Pendekatan Lunak Dinilai Strategis dalam Penanganan Bibit Radikalisme di Kampus

Kompas.com - 11/06/2018, 22:00 WIB
Diskusi bertajuk Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme di Universitas di Sekretariat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jakarta, Senin (11/6/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comDiskusi bertajuk Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme di Universitas di Sekretariat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jakarta, Senin (11/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengungkapkan, pendekatan lunak (soft approach) sangat strategis dalam penanganan bibit radikalisme di kampus.

Arif menjelaskan, pendekatan itu telah didukung oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Beberapa langkah saya lakukan bersama BIN, BNPT dan Polri tanpa ada kegaduhan, agar kondusivitas kampus terjaga. Jadi bagaimana kita mengambil langkah yang tidak memperkeruh suasana," papar Arif dalam diskusi bertajuk 'Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme di Universitas' di Sekretariat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Baca juga: Unibraw: Agar Tak Gaduh, Pemantauan Medsos Mahasiswa Serahkan ke Kampus

Ia menegaskan, pendekatan lunak juga mampu mempertahankan kredibilitas dan citra kampus.

Arif menilai pendekatan keras di kampus akan menganggu kondusivitas kampus sebagai tempat belajar.

Ia juga mengungkapkan, bibit radikalisme bisa tumbuh akibat ekslusivitas pengetahuan positivistik yang mengabaikan pendekatan lain.

Baca juga: Cegah Radikalisme, Ketua DPR Dorong BIN Masuk ke Kampus-kampus

Adanya kebenaran mutlak dalam ilmu pengetahuan positivistik membuat seseorang tak bisa melihat sisi lain.

"Sains yang sekarang dominan adalah yang sifatnya positivistik, sains yang apriori terhadap pendekatan lain, seolah hukum alam yang sudah ia temukan itu sebagai kebenaran mutlak, dia tidak pernah melihat lain. Benih-benih itu (radikalisme) muncul," papar Arif.

Oleh karena itu, ia juga menekankan pentingnya pendekatan keindonesiaan sebagai narasi alternatif dalam memahami ilmu pengetahuan.

"Itulah yang coba saya dobrak, membawa mazhab-mazhab alternatif yang berbasis keindonesiaan. Karena sains yang dikembangkan di Indonesia, sains yang diimpor dari realitas luar yang berbeda dengan kita," kata dia.

Baca juga: Aher: Kampus IPB di Sukabumi Sesuai Tuntutan Jaman Milenial

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Nasional
Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Nasional
BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Nasional
Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Nasional
Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Nasional
PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

Nasional
Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Nasional
BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

Nasional
UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

Nasional
UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Nasional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Nasional
Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Nasional
BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X