Wapres JK: Indonesia Terpilih Jadi DK PBB karena Pengalaman Perdamaian

Kompas.com - 11/06/2018, 11:12 WIB
Delegasi Indonesia langsung mengekspresikan kegembiraan bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (Paling kanan, tampak samping, membelakangi kamera), seusai Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (8/6/2018) waktu setempat, dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. AFP PHOTO/DON EMMERTDelegasi Indonesia langsung mengekspresikan kegembiraan bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (Paling kanan, tampak samping, membelakangi kamera), seusai Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (8/6/2018) waktu setempat, dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

TOKYO, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) karena pengalamanya terlibat dalam penjagaan perdamaian di sejumlah negara melalui Kontingen Garuda.

"Yang penting, juga benar, bahwa negara lain melihat pengalaman Indonesia dan juga sumbangannya dalam perdamaian. Sejak 1950-an, Indonesia selalu mengirim 'peacekeeping force' apakah itu di Timur Tengah, dahulu di Semenanjung Sinai, kemudian Kongo di Afrika, di Bosnia juga, di mana-mana pasukan Indonesia ikut serta," kata Jusuf Kalla di Tokyo, Senin (11/6/2018), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Indonesia Kembali Jadi Anggota DK PBB, demi Apa?

Kontingen Garuda, yang turut serta dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di negara-negara berkonflik menjadi salah satu nilai lebih terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk keempat kalinya.


Menurut Wapres Kalla, tidak banyak negara lain yang memiliki pasukan khusus untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian PBB.

"Tidak banyak negara yang mempunyai fasilitas latihan khusus untuk pasukan keamanan itu. Jadi, kalau dilihat kenapa kita berhasil? Ya, karena kerja keras teman-teman di Kementerian Luar Negeri dan juga tentu karena lobi dari kita semua," tambahnya.

Pada Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6), Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 bersama empat negara lainnya, yakni Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika.

Baca juga: Jadi DK PBB, Indonesia Diminta Suarakan Perang Terhadap Terorisme dan Radikalisme

Terpilihnya Indonesia tersebut diperoleh melalui pemungutan suara dari perwakilan negara-negara.

Tercatat 144 suara dari 190 negara anggota PBB memberikan suaranya untuk Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Kampanye Indonesia untuk DK PBB telah dimulai sejak peluncurannya pada tahun 2016 di New York.

Indonesia selalu mengusung prioritas menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, memastikan sinergi antara melanggengkan perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan, serta memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X