Kompas.com - 07/06/2018, 13:00 WIB
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kallla meninjau kesiapan angkutan mudik Kereta Api Indonesia pada Lebaran tahun 2018 di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Kalla sempat berbincang dengan pemudik pengguna kereta api Argo Dwipangga Fakultatif tujuan Solo, Jawa Tengah.

"Jadi ini pulang kampung?" tanya Kalla kepada salah seorang penumpang.

Penumpang tersebut menjawab, "Iya. Ini pulang kampung."

Baca juga: Pesan Wapres, Pemudik Berangkat Lebih Cepat agar Tak Terjebak Macet

Dalam kunjungan tersebut, Kalla ditemani Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro.

Kalla berpesan, kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran agar mengatur waktu keberangkatan.

Mereka diharapkan berangkat tidak mendekati hari Idul Fitri. Adapun Lebaran tahun ini diperkirakan jatuh pada 15-16 Mei 2018.

"Tentu diharapkan mengatur waktu jangan terlalu lambat perginya," ujar Kalla.

Kalla mengatakan, berangkat lebih cepat untuk mencegah penumpukan kendaraan pemudik.

Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut mudik Lebaran tahun ini.

Puncak arus mudik Lebaran 2018 diprediksi jatuh pada H-6 atau pada Sabtu (9/6/2018). Sementara, puncak arus balik diprediksi pada H+3 atau Selasa (19/6/2018).

Hal itu diketahui berdasarkan riset Badan Litbang Kementerian Perhubungan tentang potensi, karakteristik dan pola pergerakan pemudik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang HUT Bhayangkara Ke-76, Kapolri Ziarah ke TMP Kalibata

Jelang HUT Bhayangkara Ke-76, Kapolri Ziarah ke TMP Kalibata

Nasional
Pilpres 2024 Diprediksi Diikuti 206 Juta Pemilih

Pilpres 2024 Diprediksi Diikuti 206 Juta Pemilih

Nasional
Tak Bisa Proses Tambahan 10.000 Kuota Haji dari Arab Saudi, Kemenag: Tidak Cukup Waktu

Tak Bisa Proses Tambahan 10.000 Kuota Haji dari Arab Saudi, Kemenag: Tidak Cukup Waktu

Nasional
Dukcapil Kemendagri Resmi Buka Akses NIK Ke KPU

Dukcapil Kemendagri Resmi Buka Akses NIK Ke KPU

Nasional
Tiba di Kyiv, Jokowi Akan Temui Presiden Zelensky di Istana Maryinsky

Tiba di Kyiv, Jokowi Akan Temui Presiden Zelensky di Istana Maryinsky

Nasional
KPU: UU Pemilu Perlu Direvisi karena Keberadaan IKN

KPU: UU Pemilu Perlu Direvisi karena Keberadaan IKN

Nasional
Kapolri Naikkan Pangkat 2 PNS Polri Jadi Setara Brigjen, Pertama Kali dalam Sejarah Polri

Kapolri Naikkan Pangkat 2 PNS Polri Jadi Setara Brigjen, Pertama Kali dalam Sejarah Polri

Nasional
Kunjungi Lokasi Terdampak Perang, Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak

Kunjungi Lokasi Terdampak Perang, Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak

Nasional
Fasilitas di Armuzna Ditambah Jelang Puncak Ibadah Haji, PPIH Gelar Simulasi

Fasilitas di Armuzna Ditambah Jelang Puncak Ibadah Haji, PPIH Gelar Simulasi

Nasional
Jokowi Menuju Lokasi Terdampak Perang Ukraina di Irpin

Jokowi Menuju Lokasi Terdampak Perang Ukraina di Irpin

Nasional
Penggantian Nama Jalan di Jakarta Tuai Protes, Kemendagri Akan Bahas Secara Internal

Penggantian Nama Jalan di Jakarta Tuai Protes, Kemendagri Akan Bahas Secara Internal

Nasional
Menkes Akan Beri Akses Penelitian Ganja untuk Kebutuhan Medis

Menkes Akan Beri Akses Penelitian Ganja untuk Kebutuhan Medis

Nasional
Kapolri Kukuhkan Kapolda Lampung, Kapolda Gorontalo, dan Kapolda Papua Barat

Kapolri Kukuhkan Kapolda Lampung, Kapolda Gorontalo, dan Kapolda Papua Barat

Nasional
Profil Sunny Tanuwidjaja, Mantan Staf Ahok yang Mundur dari PSI demi Dukung Anies

Profil Sunny Tanuwidjaja, Mantan Staf Ahok yang Mundur dari PSI demi Dukung Anies

Nasional
RUU Terkait Pemekaran Papua Disahkan Besok, Komisi II: Bakal Mengubah Jumlah Anggota DPR

RUU Terkait Pemekaran Papua Disahkan Besok, Komisi II: Bakal Mengubah Jumlah Anggota DPR

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.