Kompas.com - 05/06/2018, 11:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pengamanan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ditingkatkan untuk mencegah serangan teroris.

Hal itu disampaikan Bamsoet, sapaannya, menanggapi ancaman peledakan Gedung DPR yang menjadi motif para terduga teroris yang tertangkap belakangan ini.

"Mekanisme pengamanan gedung DPR harus segera diperbaiki. Bahkan, kalau perlu diperketat. Begitu juga pengamanan terhadap gedung-gedung DPRD pada sejumlah provinsi atau kabupaten yang diketahui menjadi area pemukiman jaringan atau sel-sel teroris," kata Bamsoet melalui keterangan tertulis, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: 3 Terduga Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Bom di Kantor DPRD dan DPR RI

Ia menilai, Undang-undang Antiterorisme yang baru disahkan membangkitkan kemarahan teroris kepada DPR.

Menurut dia, gejala kemarahan sel-sel teroris terhadap DPR sudah terbaca pada kasus rencana serangan bom oleh tiga terduga teroris yang ditangkap di Gedung Gelanggang Mahasiswa FISIP, Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018) pekan lalu.

Tiga terduga teroris itu sudah menyiapkan empat bom aktif berdaya ledak tinggi, yang rencananya diledakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dan Gedung DPRD Riau.

Baca juga: Buat Bom di Universitas Riau, MNZ Ternyata Jaringan JAD

Ia menduga Undang-undang Antiterorisme membuat marah sel-sel teroris yang selama ini tidur sebab undang-undang tersebut mempersempit ruang gerak mereka.

"Rekomendasi tentang peningkatan pengamanan gedung DPR dan DPRD ini perlu dipertimbangkan karena belajar dari pengalaman Polri. Beberapa tahun belakangan ini, institusi dan prajurit Polri menjadi target serangan teroris," kata Bamsoet.

"Sel-sel teroris di dalam negeri marah karena Polri menugaskan Densus 88 Anti-Teror menggelar sejumlah operasi. Pola serangan acak yang sama kemungkinan besar akan dilancarkan sel-sel teroris di dalam negeri sebagai pelampiasan kemarahan mereka terhadap DPR maupun DPRD," lanjut politisi Golkar itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.