Penggerebekan di Universitas Riau, Polri Tegaskan Berhak Masuk Kampus jika Ada Ancaman

Kompas.com - 04/06/2018, 10:25 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto. Fabian Januarius KuwadoKepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri masih melakukan penyelidikan mengenai alasan dipilihnya kampus sebagai tempat untuk menyimpan bom dan bahan peledak di Riau.

Seperti diketahui, Densus 88 menemukan bom pipa siap ledak, bahan peledak, hingga granat tangan saat melakukan penggeledahan di Kampus Universitas Riau, akhir pekan lalu.

"Sebenarnya (kampus) bukan zona terbatas (polisi), ini masih wilayah RI kan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Minggu (3/6/2018).

Polri, kata Setyo, belum bisa memastikan alasan terduga teroris menggunakan kampus untuk menyimpan bom dan bahan peledak.

"Nanti ya kami mungkin tunggu dari hasil penyidikan apa pengakuan yang diamankan oleh Densus," kata dia.

Baca juga: Jawab Kritik Fahri Hamzah, Polri Sebut Tak Mungkin Bom Siap Ledak Dilawan Tongkat

Meski begitu, menurut Setyo, penggeledahan yang dilakukan Densus 88 lengkap dengan senjata laras panjang sudah seusai dengan prosedur yang ada. Hal ini menyusul informasi adanya bom dan bahan peledak di Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Riau.

Informasi itu terbukti. Dalam penggeledahan, Densus 88 menemukan bom pipa yang siap meledak. Selain itu terdapat juga beberapa bahan peledak, senapan angin hingga granat tangan.

"Jadi bagaimana SOP-nya membawa senjata panjang (masa) yang masuk harus ganti pakai tongkat polisi misalnya, sementara bom nya sudah siap," kata Setyo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X