Golkar Yakin Elektabilitas Airlangga Melejit jika Deklarasi Cawapres bagi Jokowi

Kompas.com - 01/06/2018, 18:48 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meninjau stan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pemeran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELPresiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meninjau stan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pemeran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar menyadari elektabilitas ketua umumnya Airlangga Hartarto belum cukup tinggi sebagai calon wakil presiden 2019.

Namun Golkar yakin, hal itu akan berbeda bila Airlangga segera mendeklarasikan diri sebagai Cawapres bagi Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Mungkin karena salah satu faktor (belum deklarasi) itu, ya (jadi elektabilitas belum tinggi)," ujar Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus di Kantor DPD Golkar, Jakarta, Jumat (1/5/2018).

Baca juga: Genjot Elektabilitas Airlangga, Golkar Pasang 300 Billboard

"Kalau beliau mengekspos seperti yang lain (sebagai Cawapres), wah otomatis elektabiltas beliau secara pribadi maupun Partai Golkar akan ikut terdongkrak," sambung dia

Namun, Lodewijk memahami alasan Airlangga yang belum juga mendeklarasikan diri sebagai Cawapres. Sebab, kata dia, Airlangga tidak ingin mendahului Presiden Jokowi.

"Tetapi kan beliau ini katakan risiko yang harus ditanggung karena beliau adalah pembantu presiden dan beliau paham betul psikologis presiden sehingga beliau menjaga itu," kata dia.

Airlangga masuk dalam bursa Cawapres bagi Jokowi. Golkar mendorong Airlangga bisa maju mendampingi Jokowi.

Hingga saat ini, cawapres bagi Jokowi masih dibahas dalam koalisi. Adapun pendaftaran capres-cawapres pada Agustus 2018.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X