Berita Populer: Anggota DPRD Dikeroyok hingga Perluasan Ganjil-genap - Kompas.com

Berita Populer: Anggota DPRD Dikeroyok hingga Perluasan Ganjil-genap

Kompas.com - 23/05/2018, 07:13 WIB
Uji coba perpanjangan waktu pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil-genap di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin digelar Senin (23/4/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Uji coba perpanjangan waktu pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil-genap di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin digelar Senin (23/4/2018).

KOMPAS.com - Berita apa saja yang mendapat banyak perhatian pembaca Kompas.com kemarin?

Berikut ini rangkuman lima berita terpopuler Kompas.com sepanjang Selasa (22/5/2018).

Dikeroyok gara-gara meme

Anggota DPRD Karawang, Jawa Barat, bernama Hitler Nababan dihajar massa di Ruang Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Gedung Paripurna DPRD setempat, Selasa (22/5/2018).

Insiden itu terjadi gara-gara gambar meme yang disebarkan oleh Hitler melalui grup WhatsApp Banggar DPRD Karawang.

Meme itu memuat gambar mantan Ketua MPR RI Amien Rais tengah membonceng pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di atas kompresor. Pada meme itu, Rizieq Shihab mengenakan pakaian yang kurang pantas.

Salah seorang anggota Forum Masyarakat Karawang (FMK), Yayan Sopian, menilai bahwa hal yang dilakukan Hitler telah menyinggung umat Islam. Menurut dia, Rizieq dan Amien merupakan tokoh Islam yang disegani.

Baca juga: Gara-gara Meme Rizieq Shihab dan Amien Rais, Anggota DPRD Babak Belur Dihajar Massa

Ganjil-genap diperluas

Aturan operasional kendaraan berdasarkan sistem ganjil-genap di Jakarta akan diperluas. Langkah itu diambil untuk memberikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama Asian Games 2018.

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto megnatakan, waktu penerapan dilakukan pada pekan keempat Juli 2018. Sosialisasi akan dilakukan pada Juni.

Adapun lokasi perluasan akan dilakukan di beberapa jalan, seperti Jalan S Parman, Gatot Subroto-MT Haryono-DI Panjaitan, A Yani, Simpang Coca Cola/Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih, Arteri Pondok Indah (simpang Kartini sampai simpang Kebayoran Baru), Rasuna Said, dan Benyamin Sueb Kemayoran.

Baca juga: Ganjil-Genap di Jakarta Diperluas, Berikut Daftarnya

Kekuatan timnas U-19

Pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri menyebut skuad yang dimilikinya saat ini berbeda dengan saat juara Piala AFF 2013. Menurut dia, ada perbedaan antara Timnas U-19 era Evan Dimas dengan tim sekarang.

Indra mengatakan, sebagian besar pemain Garuda Nusantara saat ini telah memiliki klub sehingga bebannya menjadi ringan. Sudah seharusnya setiap klub melahirkan banyak pemain untuk bisa menyumbangkan talenta terbaiknya ke timnas Indonesia.

"Kami tidak menggelar pemusatan latihan yang lama karena hampir seluruh pemain saat ini telah bermain di klub," kata Indra dikutip dari Bolasport.com.

Saat ini, skuad Garuda Muda sedang melakukan pemusatan latihan di Yogyakarta guna persiapan mengikuti dua turnamen besar. Timnas U-19 Indonesia akan ikut ajang Piala AFF U-18 pada Juli dan Piala Asia U-19 pada Oktober.

Baca juga: Timnas U-19 Saat Ini Jauh Berbeda Dibandingkan Saat Juara Piala AFF

Parkir setahun

Sudah setahun sebuah mobil berwarna hijau diparkir di RS Waikato, Selandia Baru. Kondisinya kotor berselimutkan debu. Masa berlaku nomor polisi mobil itu pun sudah habis pada Februari 2017.

Rupanya mobil itu dilaporkan telah dicuri dan sang pemilik sudah mendapatkan kompensasi dari perusahaan asuransi. Kini mobil itu menjadi milik perusahaan asuransi yang berencana akan menjual mobil itu setelah diambil dari tempat parkir itu.

Dengan tarif parkir 7,50 dolar sehari, maka setelah setahun lebih ongkos parkirnya 2.737 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp 27 juta.

Baca juga: Sebuah Mobil Ditinggal di Tempat Parkir Selama Satu Tahun

Setya Novanto "bernyanyi"

Mantan Ketua DPR Setya Novanto dan keponakannya, Irvanto Pambudi Cahyo, mengungkap sejumlah nama politisi dan anggota DPR yang diduga ikut menerima uang dalam korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Hal itu disampaikan oleh Novanto dan Irvanto untuk terdakwa mantan Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (21/5/2018).

Sejumlah nama anggota dan mantan anggota DPR yang disebut oleh keduanya merupakan sesama politisi Partai Golkar, yakni Chairuman Harahap, Ade Komarudin, Agun Gunandjar Sudarsa, Markus Nari, dan Melchias Markus Mekeng.

Baca juga: Setya Novanto dan Keponakan Sebut 5 Politisi Golkar yang Terima Uang E-KTP


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X