Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Tanggapan Fahri Hamzah

Kompas.com - 22/05/2018, 21:43 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memenuhi panggilan ketiga penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dengan terlapor Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Rabu (2/5/2018). Kompas.com/Sherly Puspita Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memenuhi panggilan ketiga penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dengan terlapor Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Rabu (2/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah enggan menanggapi laporan yang disampaikan oleh aktivis sekaligus mantan anggota Presidium 212 Faizal Assegaf terhadapnya ke Polda Metro Jaya.

"Orang itu tidak layak ditanggapi karena sebetulnya sudah terlalu banyak melapor dan dilapor. Tapi nampaknya itulah hidupnya," kata Fahri dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Fahri mencontohkan bagaimana saat Pilpres 2014 lalu, Faizal Assegaf kerap menyerang dan melaporkan Joko Widodo. Namun sekarang, menjelang Pilpres 2019, Faizal justru mendukung Jokowi dan menyerang Prabowo Subianto.

Baca juga: Faizal Assegaf Laporkan Empat Tokoh PKS ke Polda Metro Jaya

"Ini bisnis intelijen namanya. Dia hidup dari air keruh dan semakin keruh semakin bagus bagi dia," kata Fahri.

Fahri dan tiga tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilaporkan oleh Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya, Senin (21/5/2018) kemarin.

Selain Fahri, tiga orang lainnya yang dilaporkan yakni Presiden PKS Sohibul Iman, mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Faizal menuduh empat tokoh PKS tersebut telah melakukan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap dirinya melalui media sosial. Laporan tersebut tercantum dalam laporan polisi nomor LP/2743/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

"Mereka menganggap saya melakukan fitnah keji. Nah, fitnah keji itu yang saya kejar," ujar Faizal, di Polda Metro Jaya, Senin.

Ia mengatakan, kasus ini bermula ketika terjadi perdebatan antara dirinya dan sejumlah kader PKS mengenai terorisme. Ia pernah mempermasalahkan unggahan Anis Matta yang berisi puisi pujian untuk pimpinan teroris Alqaeda, Osama Bin Laden.

Permasalahan itu berbuntut panjang ketika Faizal mengunggah sebuah status di media sosial, untuk menanggapi serentetan aksi teror yang terjadi di Mako Brimob Depok dan Surabaya.

"Awalnya saya posting mengatakan bahwa meminta pemerintah dan Polri itu melakukan pengawasan yang ketat terhadap kantor-kantor PKS di Jawa Timur, karena diduga kader dan loyalisnya itu menggoreng isu terorisme yang mengakibatkan suburnya radikalisme," papar Faizal.

Karena postingan tersebut, pada tanggal 15 Mei 2018 Faizal dilaporkan oleh Pimpinan DPP PKS di Jawa Timur dengan tuduhan telah melakukan fitnah keji terhadap PKS.

Atas laporan itu, Faizal melaporkan Sohibul Iman karena sebagai Presiden PKS, Sohibul dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap apapun yang dilakukan kader PKS.

"Lalu Fahri Hamzah, saya laporkan menyangkut pencemaran nama baik. Dia menyerang saya katanya ada orang kuat di belakang saya, saya berafiliasi dengan jaringan intelijen internasional, dia harus pertanggungjawabkan itu di pengadilan," lanjut dia.

Sedangkan Mardani Ali Sera dilaporkan karena telah membuat pernyataan di media sosial bahwa PKS tidak mendukung tindakan radikalisme dan terorisme.

"Padahal, saya punya bukti yang kuat soal itu (PKS mendukung tindakan radikalisme dan terorisme). Ini pembohongan publik," sebut dia.


Terkini Lainnya

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan
Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Internasional
Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Regional
Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Nasional
Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Regional
Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Regional
Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Regional
Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Nasional
Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Regional
Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Megapolitan

Close Ads X