Kompas.com - 22/05/2018, 10:43 WIB
Wartawan Kompas J Osdar berbicara dalam peluncuran buku Sisi Lain Istana 2 di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (9/12/2014). KOMPAS.com/SABRINA ASRILWartawan Kompas J Osdar berbicara dalam peluncuran buku Sisi Lain Istana 2 di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (9/12/2014).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 20 tahun yang lalu, Joseph Osdar menjadi salah satu wartawan yang ikut dalam perjalanan luar negeri terakhir Presiden Soeharto sebelum lengser dari kekuasaannya.

Wartawan senior Kompas itu ikut meliput kegiatan Presiden Soeharto saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 Negara Nonblok (G-15) di Kairo, Mesir pada 9 Mei 1998.

Saat itu, perjalanan ke Kairo terasa sangat berbeda dengan liputan-liputan kenegaraan sebelumnya. Sebab, ketika itu Situasi Indonesia sangat kacau.

Demonstrasi mahasiswa menuntut Soeharto mundur terjadi di berbagai tempat. Tidak sedikit kalangan masyarakat yang memprediksi kejatuhan Soeharto setelah 32 tahun berkuasa.

"Campur aduk enggak keruan waktu itu. Di kantor saja, waktu mau berangkat, ada omongan-omongan, 'Wah ini mau jadi calon Menteri Penerangan di pengasingan'. Artinya bahwa saat itu orang mengira bahwa Soeharto akan jatuh," ujar Osdar dalam acara "Satu Meja" di Kompas TV, Senin (21/5/2018) malam.

Baca juga: 21 Mei 1998, Saat Soeharto Dijatuhkan Gerakan Reformasi...

Senyum Soeharto pun tampak berbeda kala itu. Menurut Osdar, senyum Soeharto tidak seperti biasanya dan terkesan seperti dipaksakan. Hal itu tampak ketika Soeharto memberikan keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma, sebelum terbang ke Kairo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sangat berbeda. Perbedaan kelihatan, walaupun senyum tapi senyumnya sudah enggak senyum seperti biasanya. Juga waktu itu kan sudah ada demo-demo terus kan," tuturnya.

Sesampainya di Kairo, situasi Indonesia semakin memburuk. Selasa 12 Mei 1998 terjadi penembakan beberapa mahasiswa oleh aparat keamanan.

Situasi tersebut juga tak lepas dari sorotan media-media asing. Tayangan berita mengenai situasi di Indonesia diputar berulang-ulang oleh stasiun televisi di Kairo.

Baca: 20 Tahun Tragedi Trisakti, Apa yang Terjadi pada 12 Mei 1998 Itu?

Kemudian, pada Rabu 13 Mei 1998, KKT G-15 ditutup dan dilanjutkan dengan jumpa pers. Soeharto tidak hadir dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas.

"Televisi yang live di Kairo tentang Jakarta itu seperti negara yang sedang perang, menayangkan gambar demonstrasi yang berubah menjadi kericuhan. Bukan hanya gambar, kan ada juga suara tembakan aparat keamanan, itu diulang-ulang terus," kata Osdar.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

Nasional
Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Nasional
Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Nasional
Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Nasional
Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Nasional
Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Nasional
Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Nasional
BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

Nasional
Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.