Cerita Anak Gus Dur Ditodong Senjata Laras Panjang Jelang Reformasi - Kompas.com

Cerita Anak Gus Dur Ditodong Senjata Laras Panjang Jelang Reformasi

Kompas.com - 22/05/2018, 07:39 WIB
Yenny Wahid berpose setelah menonton Prambanan Jazz Festival 2017 di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (18/8/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Yenny Wahid berpose setelah menonton Prambanan Jazz Festival 2017 di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (18/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, punya pengalaman merasakan langsung atmosfir mencekam saat kerusuhan pecah di Jakarta menjelang Reformasi 1998.

Hingga kini, Yenny tidak bisa melupakan ingatan peristiwa 20 tahun silam tersebut. Sebab, apa yang terjadi ia rasakan sendiri saat itu.

"Memang pada waktu itu karena Gus Gur stroke, saya mengawal beliau ke mana-mana. Tetapi, saya juga punya pekerjaan pada waktu itu sebagai wartawan," ujar Yenny dalam acara Refleksi 20 Tahun Reformasi, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Pada periode 1997-1999, Yenny merupakan koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age. Tugasnya itu membuat dia harus melalukan reportase peristiwa kerusuhan jelang Reformasi.

Akibatnya, ia juga harus terkena gas air mata petugas keamanan untuk membubarkan kerumunan massa.

Baca juga: Setelah Reformasi, Uang Bergambar Soeharto Pun Ditolak Pedagang...

Bahkan, Yenny juga punya pengalaman tak enak lainnya, yakni ditodong senjata oleh petugas keamanan.

"Waktu itu ada sekelompok pasukan untuk mensterilkan di ring road Trisaksi. Setelah itu ada penembakan-penembakan yang terjadi. Saya pas di situ," kata Yenny.

"Tempat itu harus disterilkan jadi waktu itu saya diacungi senjata laras panjang di kepala saya. Siapa yang mengacungi senjata, itulah bagian dari proses reformasi," ujarnya.

Adapun yang dimaksud Yenny telah menjalani proses reformasi adalah Angkatan Bersenjata RI atau ABRI. Kini setelah 20 tahun Reformasi, Yenny meyakini ABRI yang telah diganti menjadi TNI telah jauh berubah.

Bahkan setelah mendengarkan pidato Mayor Infantri (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  pada acara sama, ia mengaku terharu.

Baca: Perubahan TNI Setelah 20 Tahun Reformasi Menurut AHY

Bagi Yenny, apa yang diungkapkan oleh AHY terkait dengan reformasi di tubuh TNI merupakan satu kalsium besar dalam peringatan 20 tahun Reformasi.

"Seperti beliau tadi bilang TNI ditarik-tarik, digoda mau diberikan panggung politik supaya kembali lagi ke politik praktis, tetapi ternyata TNI tidak mempan dengan rayuan gombal tersebut," kata Yenny.

"TNI tetap mengawal agenda reformasi dan agenda demokrasi di Indonesia. Ini pencapaian yang fenomenal dan harus kita berikan applause besar," ujarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X