Kompas.com - 21/05/2018, 07:21 WIB
Presiden Joko Widodo memperlihatkan motor modifikasi bergaya chopperland miliknya kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat pertemuan di Istana Bogor, Sabtu (24/3/2018). Instagram/airlanggahartartoPresiden Joko Widodo memperlihatkan motor modifikasi bergaya chopperland miliknya kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat pertemuan di Istana Bogor, Sabtu (24/3/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pakar Partai Golkar menegaskan bahwa dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2019 sudah bulat.

Dewan Pakar Partai Golkar pun mengungkapkan keinginan agar Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian itu segara mendeklarasikan diri sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

"Kami harap secepatnya (deklarasi). Kami sudah bulat, lebih cepat lebih baik beliau mendeklarasikan sebagai cawapres," ujar Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, di kediamannya, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Hingga saat ini kata Agung, pihaknya masih menunggu keputusan dari Airlangga untuk berani mendeklarasikan diri sebagai cawapres Jokowi.

Baca juga: Agung Laksono: Golkar Sepakat Airlangga Hartarto Cawapresnya Jokowi

Menurut Agung, dukungan kepada Airlangga untuk deklarasi Cawapres bukan hanya dari Dewan Pakar saja. Dukungan kepada Airlagga juga berasal dari Dewan Kehormatan Partai Golkar, bahkan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Meski menyatakan solid mendukung Airlangga, namun Agung menyebut deklarasi cawapres untuk mencegah adanya perpecahan di Partai Golkar.

"Jadi ini mencegah adanya perpecahan malah membuat lebih solid lagi. Tinggal kami harapkan beliau secepatnya mendeklarasikan," kata Agung.

Ditemui di tempat yang sama, Airlangga Airlangga Hartarto tidak menolak keinginan internal partai yang menginginkan dirinya jadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Hanya saja, ia enggan bicara banyak soal cawapres. Menurut Airlangga, partai koalisi pendukung Jokowi sudah sepakat akan membahas cawapres setelah Pilkada Serentak 2018 selesai.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Mensos Risma Minta Fasilitas Rehabilitasi Sosial Diperbaiki

Jelang Lebaran, Mensos Risma Minta Fasilitas Rehabilitasi Sosial Diperbaiki

Nasional
Tengku Zulkarnain Meninggal, Wapres Kehilangan Sahabat dan Teman Dialog

Tengku Zulkarnain Meninggal, Wapres Kehilangan Sahabat dan Teman Dialog

Nasional
Pagi Ini, Bupati Nganjuk yang Terjaring OTT Dijadwalkan Tiba di Bareskrim

Pagi Ini, Bupati Nganjuk yang Terjaring OTT Dijadwalkan Tiba di Bareskrim

Nasional
Dirjen Kemensos Bantah Terima Fee Bansos, Mengaku Hanya Dibelikan Cincin Akik

Dirjen Kemensos Bantah Terima Fee Bansos, Mengaku Hanya Dibelikan Cincin Akik

Nasional
OTT Bupati Nganjuk, Jual Beli Jabatan, dan Kerja Sama KPK-Polri

OTT Bupati Nganjuk, Jual Beli Jabatan, dan Kerja Sama KPK-Polri

Nasional
Bareskrim Ungkap Harga Jual Beli Jabatan di Pemkab Nganjuk, Kepala Desa Rp 10-15 Juta

Bareskrim Ungkap Harga Jual Beli Jabatan di Pemkab Nganjuk, Kepala Desa Rp 10-15 Juta

Nasional
Kasus Covid-19 Naik, Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Lewati 50 Persen di 7 Provinsi

Kasus Covid-19 Naik, Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Lewati 50 Persen di 7 Provinsi

Nasional
Selasa Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 Hijriah

Selasa Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 Hijriah

Nasional
Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 yang Mesti Diwaspadai

Alarm Lonjakan Kasus Covid-19 yang Mesti Diwaspadai

Nasional
Dirjen Linjamsos Tahu Ada Potongan Rp 10.000 Tiap Paket Bansos atas Permintaan Juliari Batubara

Dirjen Linjamsos Tahu Ada Potongan Rp 10.000 Tiap Paket Bansos atas Permintaan Juliari Batubara

Nasional
Keresahan Pekerja Lepas di Istana Kepresidenan...

Keresahan Pekerja Lepas di Istana Kepresidenan...

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Lakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk | Biaya Vaksinasi Gotong Royong Rp 500.000 Sekali Suntik

[POPULER NASIONAL] KPK Lakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk | Biaya Vaksinasi Gotong Royong Rp 500.000 Sekali Suntik

Nasional
UPDATE: 47.218 Orang Meninggal karena Covid-19 dan Antisipasi Lonjakan Kasus

UPDATE: 47.218 Orang Meninggal karena Covid-19 dan Antisipasi Lonjakan Kasus

Nasional
Jelang Lebaran, Mobilitas Penduduk di 3 Provinsi Ini Disebut Alami Kenaikan

Jelang Lebaran, Mobilitas Penduduk di 3 Provinsi Ini Disebut Alami Kenaikan

Nasional
Kakorlantas Polri: Adanya Larangan Mudik, Volume Kendaraan ke Jateng dan Jatim Turun 60 Persen

Kakorlantas Polri: Adanya Larangan Mudik, Volume Kendaraan ke Jateng dan Jatim Turun 60 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X