Program Deradikalisasi BNPT Dianggap Tak Jelas Arahnya

Kompas.com - 19/05/2018, 20:48 WIB
Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Pertahanan Susaningtyas Kertopati menganggap, program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tak jelas arahnya ke mana.

"BNPT seringkali adakan seminar, tidak boleh orang itu-itu saja, orang yang sudah tidak radikal buat apa," kata Susaningtyas di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Susaningtyas mengingatkan BNPT tak melulu melakukan deradikalisasi dalam konteks represif, tapi juga budaya dan HAM.

"Deradikalisasi dunia maya, orang belajar buat bom lewat dunia maya," kata Susaningtyas.

Baca juga: Kepala BNPT Tak Sepakat jika Program Deradikalisasi Dianggap Gagal

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, deradikalisasi harus dilakukan secara komprehensif, dengan kesabaran tingkat tinggi.

"Kalau instan enggak bisa, ini pekerjaan kita bersama," ujar Anam.

Anam juga sepakat, di dalam Revisi Undang-Undang Antiterorisme, kewenangan BNPT diperkuat untuk pemberantasan terorisme.

"Agar pendekatannya lebih bagus. Semangat melawan terorisme jangan sampai melahirkan terorisme baru," kata dia.

Baca juga: Kepala BNPT: Napi Teroris di Mako Brimob Belum Tersentuh Program Deradikalisasi

Sebelumnya, Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius tak sepakat jika program deradikalisasi yang dijalankan saat ini dianggap gagal dan perlu dievaluasi.

"Ini ada salah persepsi, mungkin tak mengerti betul apa yang dikerjakan BNPT," ujar Suhardi di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Menurut Suhardi, fokus deradikalisasi BNPT menyasar narapidana terorisme di lembaga pemasyarakatan dan mantan napi terorisme di luar lapas.

Tak hanya untuk napi dan mantan napi terorisme, kata Suhardi, program deradikalisasi juga menyasar keluarga mereka.

Sedangkan, kata Suhardi, untuk masyarakat yang belum terpapar paham radikalisme, kata Suhardi, BNPT telah menyiapkan program kontraradikalisasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X