Komnas HAM: Pelibatan Koopsusgab TNI Berantas Terorisme Berpotensi Keblabasan

Kompas.com - 19/05/2018, 14:51 WIB
Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut, pelibatan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) TNI untuk memberantas terorisme berpotensi keblabasan.

"Ini punya potensi keblabasan menggunakan Koopsusgab, ini pasukan elit, kok disuruh begini sayang," kata Anam dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Sebab, kata Anam, sampai saat ini belum ada payung hukum yang menjadi dasar pengaktifan kembali Koopsusgab tersebut.

Baca juga: Jokowi Akui Koopsusgab TNI Diaktifkan Kembali, tapi Diturunkan di Saat Genting

Selain, belum diaturnya soal skala ancaman teror yang terjadi juga menjadi persoalan.

"Jelasin skalanya apa, jangan tiba-tiba, ini yang diinginkan oleh para teroris itu," kata Anam.

"Mereka melakukan (teror) kecil-kecil begitu, tapi reaksinya kita kegedean. Ini yang diharapkan oleh mereka, kejebak kita dalam alur pemainan mereka," kata dia.

Berbeda, kata Anam, jika aksi teror tersebut sudah menyasar objek vital negara, seperti Istana Kepresidenan.

"Kita sepakat nih pengamanan objek vital ini memang instrumen hukum internasional gitu. Objek vital harus dijaga militer," tegas Anam.

Baca juga: Moeldoko: Kapolri Minta Bantuan Koopsusgab TNI, Mainkan...

Presiden Joko Widodo sebelumnya membenarkan bahwa saat ini pemerintah dalam proses mengaktifkan kembali Koopsusgab TNI.

Presiden menegaskan, pengaktifan kembali Koopsusgab TNI itu demi memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia dari para pelaku teror.

Meski demikian, Jokowi menegaskan Koopsusgab TNI itu nantinya baru turun tangan dalam situasi kegentingan tertentu.

Baca juga: Soal Pro-Kontra Payung Hukum Koopsusgab, Ini Penjelasan Moeldoko

Para personel TNI terlatih itu berasal dari sejumlah satuan elite matra darat, laut dan udara dipanggil secara khusus untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui, pertama kali, Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X