Kompas.com - 19/05/2018, 03:32 WIB
Penulis Moh Nadlir
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pihaknya telah memblokir situs buletin Al Fatihin berbahasa Indonesia yang diterbitkan kelompok teror ISIS.

"Sudah diturunkan, sudah di-takedown, sudah diblok," kata Rudiantara di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Tak hanya itu, kata Rudiantara, pihaknya juga memblokir media sosial yang turut menyebarkan konten dari media Al Fatihin tersebut.

"Ada yang media sosial. Dari media sosial itu ada sekitar 80-an, itu Al Fatihin dari berbagai versi (bahasa)," kata dia.

Buletin tersebut diketahui diterbitkan oleh Daulah Islam, nama lain ISIS.

Pada bagian tengah buletin tersebut tertulis "Surat Kabar Mingguan Berbahasa Indonesia, Diterbitkan dari Daulah Islam".

Baca juga: Polri: Buletin ISIS Diterjemahkan oleh Orang Indonesia di Suriah

Dalam buletin tersebut dijabarkan mengenai keberhasilan kaum Daulah Islam dalam melakukan aksi teror dan pengeboman.

Selain itu, ada pula tulisan-tulisan terkait anjuran melakukan kekerasan dengan ganjaran pahala.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, buletin Al Fatihin yang diterbitkan ISIS berbahasa Indonesia tidak dibuat di Indonesia.

Versi bahasa Indonesia buletin itu diterjemahkan oleh orang Indonesia yang ada di Suriah.

"Itu dibuat di luar Indonesia, bukan dari sini. Itu ada orang Indonesia yang di Suriah," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Setyo meminta masyarakat tidak menyebarluaskan buletin yang hadir dalam format digital tersebut. Apabila menerima buletin itu, masyarakat diminta tidak menyebarkannya.

Selain itu, Setyo mengatakan pihaknya terus melakukan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait beredarnya buletin tersebut. Adapun pemblokiran, adalah kewenangan Kemenkominfo.

Kompas TV Pelaku teror di Mapolda Riau diidentifikasi sempat datang ke Mako Brimob.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Anugerahi Tanda Kehormatan bagi 127 Tokoh, dari Sastrawan hingga Nakes

Jokowi Anugerahi Tanda Kehormatan bagi 127 Tokoh, dari Sastrawan hingga Nakes

Nasional
Pengamat: Prabowo Wajah Lama di Pilpres, Publik Bisa Jadi Jenuh

Pengamat: Prabowo Wajah Lama di Pilpres, Publik Bisa Jadi Jenuh

Nasional
Bareskrim: Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin sebagai Pengacara

Bareskrim: Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin sebagai Pengacara

Nasional
Prabowo Buka Rapimnas Partai Gerindra di Sentul

Prabowo Buka Rapimnas Partai Gerindra di Sentul

Nasional
Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob Hari Ini

Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob Hari Ini

Nasional
Menyoroti Rendahnya Keterwakilan Perempuan dalam Seleksi Bawaslu di Provinsi

Menyoroti Rendahnya Keterwakilan Perempuan dalam Seleksi Bawaslu di Provinsi

Nasional
Polri: Komnas HAM Periksa Bharada E di Mako Brimob Sore Ini

Polri: Komnas HAM Periksa Bharada E di Mako Brimob Sore Ini

Nasional
Gerindra Gelar Rapimnas di Sentul Bogor Hari Ini

Gerindra Gelar Rapimnas di Sentul Bogor Hari Ini

Nasional
Polisi Sebut Motif Sambo Membunuh Terkait Martabat, Pengacara Brigadir J: Bohong Itu

Polisi Sebut Motif Sambo Membunuh Terkait Martabat, Pengacara Brigadir J: Bohong Itu

Nasional
Ganjar Pranowo Diprediksi Jadi Lawan Terberat Prabowo pada Pilpres 2024

Ganjar Pranowo Diprediksi Jadi Lawan Terberat Prabowo pada Pilpres 2024

Nasional
Pesan Bupati Pemalang ke Bawahan Sebelum Terjaring OTT: Kalau Sudah Korupsi, Tak Ada Obatnya

Pesan Bupati Pemalang ke Bawahan Sebelum Terjaring OTT: Kalau Sudah Korupsi, Tak Ada Obatnya

Nasional
KPK: OTT Bupati Pemalang Terkait Suap Pengadaan Barang dan Jasa serta Jabatan

KPK: OTT Bupati Pemalang Terkait Suap Pengadaan Barang dan Jasa serta Jabatan

Nasional
Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Polisi Aktif Jadi Kurir

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Polisi Aktif Jadi Kurir

Nasional
OTT Bupati Pemalang, KPK Tangkap 23 Orang

OTT Bupati Pemalang, KPK Tangkap 23 Orang

Nasional
9 Parpol Belum Pastikan Daftar Pemilu, KPU Imbau Jangan Mepet Tenggat Waktu

9 Parpol Belum Pastikan Daftar Pemilu, KPU Imbau Jangan Mepet Tenggat Waktu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.