PPATK Akui Sedang Telusuri Aktivitas Keuangan Teroris di Indonesia - Kompas.com

PPATK Akui Sedang Telusuri Aktivitas Keuangan Teroris di Indonesia

Kompas.com - 18/05/2018, 19:29 WIB
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin saat ditemui di Pusdiklat PPATK, Tapos, Depok, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin saat ditemui di Pusdiklat PPATK, Tapos, Depok, Kamis (30/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK) sedang menelusuri aktivitas keuangan pelaku teror di Indonesia selama beberapa waktu terakhir.

"Betul, sedang kami telusuri. Ada yang bentuknya cash. Pokoknya kami sedang telusuri," ujar Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badarudin saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Kiagus tak menjelaskan secara rinci penelurusan aktivitas keuangan itu atas pelaku teror yang mana, atau kasus apa.

"Karena saat ini sedang dalam penyelidikan dan pengembangan kami bersama Densus 88, kami tidak bisa bicara terlalu banyak," ujar dia.

Baca juga: BNPT Dukung Pengaktifan Kembali Koopsusgab TNI untuk Tumpas Teroris

Kiagus menambahkan, sebenarnya PPATK sudah memiliki database aktivitas keuangan sejumlah pelaku teror di Indonesia.

Namun, serangkaian peristiwa teror di Jawa dan Sumatera, beberapa waktu terakhir ini, membuat PPATK dan Densus 88 mesti kembali memperbaharui database.

"Tentunya, kami punya database, tapi perkembangan terakhirnya ini sedang kami ikuti lagi ya," ujar Kiagus Ahmad.

Ia memastikan, PPATK dan Densus 88 Antiteror selalu bekerja sama dalam mengungkap aktivitas keuangan di balik para pelaku teror di Indonesia.


Terkini Lainnya

Soal Ba'asyir, JK Sebut Tak Mungkin Buatkan Peraturan Hanya untuk 1 Orang

Soal Ba'asyir, JK Sebut Tak Mungkin Buatkan Peraturan Hanya untuk 1 Orang

Nasional
Bawaslu DKI Panggil Pelapor Jokowi Terkait Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Bawaslu DKI Panggil Pelapor Jokowi Terkait Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Megapolitan
Kubu Prabowo-Sandiaga Usulkan Debat Kedua Gunakan Format 'Tarung Bebas'

Kubu Prabowo-Sandiaga Usulkan Debat Kedua Gunakan Format "Tarung Bebas"

Nasional
Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Polisi Razia Ratusan Botol Miras

Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Polisi Razia Ratusan Botol Miras

Regional
Pemilik Gudang Penyimpanan Mobil Mewah Bodong dari Singapur Diamankan

Pemilik Gudang Penyimpanan Mobil Mewah Bodong dari Singapur Diamankan

Regional
TKN Jokowi-Ma'ruf Serahkan Penentuan Moderator kepada KPU

TKN Jokowi-Ma'ruf Serahkan Penentuan Moderator kepada KPU

Nasional
Penjelasan Polri soal Pergantian Kabareskrim yang Baru 5 Bulan Dijabat Arief Sulistyanto

Penjelasan Polri soal Pergantian Kabareskrim yang Baru 5 Bulan Dijabat Arief Sulistyanto

Nasional
Kesal Dihina, Koki Kebab di Turki Bunuh dan Mutilasi Putri Kandungnya

Kesal Dihina, Koki Kebab di Turki Bunuh dan Mutilasi Putri Kandungnya

Internasional
Menko PMK: Setiap Ada Bencana Kita Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri

Menko PMK: Setiap Ada Bencana Kita Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri

Nasional
Pernah Disegel, 'Food Street' di Pulau Reklamasi Kini Ramai Pengunjung

Pernah Disegel, "Food Street" di Pulau Reklamasi Kini Ramai Pengunjung

Megapolitan
Berburu Si Legit Rambutan Tangkue Khas Lebak, Rasanya seperti Manisan

Berburu Si Legit Rambutan Tangkue Khas Lebak, Rasanya seperti Manisan

Regional
AS Minta Rusia untuk Musnahkan 'Rudal Ilegal'

AS Minta Rusia untuk Musnahkan "Rudal Ilegal"

Internasional
Setelah Terjebak di Kapal Karam, 3 ABK Akhirnya Diselamatkan

Setelah Terjebak di Kapal Karam, 3 ABK Akhirnya Diselamatkan

Regional
Menyatakan Menentang Presiden Maduro, 27 Tentara Venezuela Ditahan

Menyatakan Menentang Presiden Maduro, 27 Tentara Venezuela Ditahan

Internasional
Sebagian Sanksi Ditangguhkan, Iran Mulai Ekspor Minyak ke Jepang

Sebagian Sanksi Ditangguhkan, Iran Mulai Ekspor Minyak ke Jepang

Internasional

Close Ads X