Soal Rentetan Teror Bom, Wiranto Minta Masyarakat Tak Salahkan Aparat - Kompas.com

Soal Rentetan Teror Bom, Wiranto Minta Masyarakat Tak Salahkan Aparat

Kompas.com - 18/05/2018, 19:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat memberikan keterangan pers seusai bertemu sejumlah sekjen partai pendukung pemerintah di rumah dinas Menko Polhukam, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat memberikan keterangan pers seusai bertemu sejumlah sekjen partai pendukung pemerintah di rumah dinas Menko Polhukam, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tak menyalahkan aparat keamanan terkait dengan rentetan aksi teror bom yang terjadi di Tanah Air.

"Yang kita salahkan adalah terorisme itu. Jangan menyalahkan aparat kita," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Baca juga: Korban Bom Thamrin: Kami Maafkan, Cuma Hati Saya Masih Tidak Terima

Menurut Wiranto, semestinya masyarakat turut serta membantu aparat keamanan guna mencegah terjadinya aksi teror.

"Kalau ada yang enggak beres dan benar, ayo kita ingatkan, kita bantu agar semuanya jadi baik," ujar Wiranto.

Sebab kata Wiranto, penanganan terorisme di dalam negeri butuh peran semua pihak, tak bisa hanya peran aparat keamanan semata.

"Bagaimana semuanya bisa ambil bagian, bagaimana kita membangun kebersamaan dalam rangka melawan aksi terorisme," kata dia.

Baca juga: Jaksa Sebut 5 Teror Digerakkan Aman Abdurrahman, Bom Thamrin hingga Penusukan Polisi...

Apalagi, kata Wiranto, tak lama lagi Indonesia akan menggelar acara dengan skala internasional, yakni Asian Games 2018.

Pesta olahraga terbesar di Asia tersebut akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018 - 2 September 2018.

"Itu harus kita amankan bersama. Jangan kita saling salah menyalahkan di antara kita, yang kita salahkan adalah terorisme itu," tegas dia.

Baca juga: Korban Bom Thamrin: Tuntutan Hukuman Mati untuk Aman Abdurrahman Sangat Wajar

Sebelumnya, sejumlah aksi terorisme terjadi di dalam negeri belakangan ini. Mulai dari kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang melibatkan narapidana terorisme. Lima orang polisi meninggal dalam peristiwa itu.

Lalu, serangan teror dengan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja Pantekosta Pusat.

Kemudian, ledakan juga kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Cerita Jokowi Melihat Langsung Tubuh Anak-anak yang Hancur Akibat Teror Bom

Tak berhenti di situ, bom bunuh diri kembali terjadi di depan Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur dan terakhir serangan teror terjadi di Markas Polda Riau.

Puluhan orang menjadi korban dari rangkaian aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo dan Riau itu, baik meninggal dunia maupun luka-luka.

Kompas TV Nama Aman Abdurrahman dikenal sebagai penggagas Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X