Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/05/2018, 18:53 WIB
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengatakan, PAN belum memutuskan apakah akan mendukung Presiden Joko Widodo atau berkoalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto.

"Kami masih menunggu rakernas (rapat kerja nasional). Itu adalah forum resmi dalam mengambil keputusan kami terkait arah politik 2019," kata Eddy di Gedung DPP PAN, Jumat (18/5/2018).

Selain itu, Eddy juga membantah bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah memberikan sinyal bahwa partainya bergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) yang dibangun Partai Gerindra dan PKS.

Meski begitu, Eddy enggan mengatakan ke mana arah dukungan PAN dalam pilpres mendatang.

"Apa pun yang saya katakan sekarang sifatnya hanya asumsi saja, tunggu sampai ada keputusan definitif," ujar Eddy.

Baca juga: Ketum PAN: Kemenangan Mahathir Jadi Inspirasi untuk Indonesia

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kemungkinan terbentuknya poros ketiga dalam Pilpres 2019, Eddy hanya menjawab secara normatif.

"Ini politik, Bung. Politik adalah seni dari segala kemungkinan," kata Eddy.

Eddy kembali mengatakan, sikap PAN terkait dukungan pada Pilpres 2019 baru akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (rakernas) pada Mei mendatang.

Saat ini ada lima partai politik di parlemen yang telah menyatakan dukungan ke Presiden Jokowi, yakni PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, dan Partai Hanura.

Sedangkan PKB, PAN, dan Partai Demokrat belum menyatakan dukungan.

Adapun, Partai Gerindra dan PKS meskipun kemungkinan akan kembali berkoalisi, namun belum mendeklarasikan dukungan untuk mengusung Prabowo sebagai capres.

PAN pada Pilpres 2014 lalu bergabung dengan koalisi Partai Gerindra, PKS, Partai Golkar, PAN, PPP yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Tiga partai terakhir kemudian beralih dan menjadi partai pendukung pemerintah Presiden Jokowi.

Kompas TV Bergabungnya Partai Idaman ke PAN disebut karena memiliki kesamaan visi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.