[HOAKS] Pesan Berantai Nomor Telepon Densus 88

Kompas.com - 17/05/2018, 15:20 WIB
Ilustrasi hoaks. ThinkstockIlustrasi hoaks.
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

JAKARTA, KOMPAS.comPesan berantai yang menyebutkan nomor telepon Densus 88 untuk melaporkan hal-hal terkait terorisme dipastikan hoaks.

Narasi yang beredar

Berbagai pesan menyesatkan itu beredar terutama di grup WhatsApp. Bunyi pesan tersebut seperti ini:

Ada informasi sekecil apapun tentang teroris, lapor ke Densus 88, peran kita penting sekali.  Simpan no ini, suatu hari siapa tahu kita perlu.

Lapor ke Densus 88:
0812 1298686
0811 680 9090
0811 216 7777

Sebarkan seluas-luasnya ke group Anda.

Berikut hasil bidik layar dari pesan yang beredar di WhatsApp:


HOAKS: pesan berantai yang menyebutkan nomor telepon Densus 88 yang bisa dihubungi WA Group HOAKS: pesan berantai yang menyebutkan nomor telepon Densus 88 yang bisa dihubungi

Penelusuran dan konfirmasi

Reporter Kompas.com mengonfirmasi informasi ini kepada Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal.

Ia menegaskan, informasi itu hoaks. “Hoaks itu,” jawab Iqbal, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/5/2018). Jika masyarakat mendapatkan informasi atau hal mencurigakan terkait terkait terorisme, bisa melaporkan ke kepolisian terdekat.

Baca selengkapnya penelusuran Kompas.com:
Pesan Berantai Nomor Telepon Densus 88 Hoaks

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X