Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Twit SBY Jadi Bahan Olokan Netizen, Ini Komentar Demokrat

Kompas.com - 17/05/2018, 12:38 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Twit Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali jadi sorotan.

Ketua Umum Partai Demokrat itu dalam twitnya menyatakan tak ingin membuat gaduh kala menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait subisidi bahan bakar minyak (BBM).

"Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, dan ekonomi," kata SBY dalam twitnya, Selasa (15/5/2018).

Twit itu diunggah SBY menanggapi Jokowi yang menyinggung besarnya subsidi yang mencapai Rp 340 triliun, namun tak membuat sama harga BBM.

Baca juga: Dikritik Jokowi soal Subsidi BBM, SBY Minta Kader Demokrat Bersabar

Namun, twit itu ramai ditanggapi warganet. Beberapa dari mereka menilai SBY sebaiknya menjelaskan kebijakan terkait BBM yang diambilnya waktu itu.

"Gimana mau paham kalo gak dijelasin pak.. Ah bapak kaya cowo2 jaman skrg nih," kata akun @aprilia_U dalam twitnya menanggapi twit SBY.

"Jelaskan aja pak, ngga’ ada hubungannya kok dengan keamanan. Biar terang benderang gitu. Nanti dikonfrontir aja dengan keterangan bu Sri Mulyani @KemenkeuRI," sambung akun @JRantesalu8 yang turut menanggapi twit SBY.

Banyak pula netizen yang menjadikan Twit SBY itu sebagai bahan olokan dengan hashtag atau tagar #SBYJelaskan.

Baca juga: SBY: Semoga Penegak Hukum Tidak Kesusupan Agen Politik

Mereka menanyakan berbagai pertanyaan yang tak berkaitan dengan penjelasan SBY sehingga terkesan lucu.

"Pak, ketika saya pesan mie goreng, tetapi mie nya tetap direbus. Apa salah saya?" kata @ChandraGarutFM.

Menanggapi twit SBY yang menjadi sorotan warganet, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyatakan, apa yang dilakukan sang Ketua Umum sudah sesuai.

Ia menilai, langkah yang ditempuh SBY untuk tak berkomentar sudah tepat sebab dapat memunculkan kegaduhan.

"Sehingga Pak SBY pun memberikan hal yang teduh dan membawa kedaiaman sehingga itu tentu harus kita dukung dan kita ketahui beliau sangat paham dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini di bidang pemerintahan," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dilaporkan Nurul Ghufron Ke Polisi, Ketua Dewas KPK: Ini Tidak Mengenakkan

Dilaporkan Nurul Ghufron Ke Polisi, Ketua Dewas KPK: Ini Tidak Mengenakkan

Nasional
Tak Takut Dilaporkan ke Bareskrim, Dewas KPK: Orang Sudah Tua, Mau Diapain Lagi Sih?

Tak Takut Dilaporkan ke Bareskrim, Dewas KPK: Orang Sudah Tua, Mau Diapain Lagi Sih?

Nasional
Kemendikbud Kini Sebut Pendidikan Tinggi Penting, Janji Buka Akses Luas untuk Publik

Kemendikbud Kini Sebut Pendidikan Tinggi Penting, Janji Buka Akses Luas untuk Publik

Nasional
26 Tahun Reformasi, Aktivis 98 Pajang Nisan Peristiwa dan Nama Korban Pelanggaran HAM

26 Tahun Reformasi, Aktivis 98 Pajang Nisan Peristiwa dan Nama Korban Pelanggaran HAM

Nasional
Permohonan Dinilai Kabur, MK Tak Dapat Terima Gugatan Gerindra Terkait Dapil Jabar 9

Permohonan Dinilai Kabur, MK Tak Dapat Terima Gugatan Gerindra Terkait Dapil Jabar 9

Nasional
Dewas KPK Heran Dilaporkan Ghufron ke Bareskrim Polri

Dewas KPK Heran Dilaporkan Ghufron ke Bareskrim Polri

Nasional
Wapres Kunker ke Mamuju, Saksikan Pengukuhan KDEKS Sulawesi Barat

Wapres Kunker ke Mamuju, Saksikan Pengukuhan KDEKS Sulawesi Barat

Nasional
Momen Jokowi Jadi Fotografer Dadakan Delegasi Perancis Saat Kunjungi Tahura Bali

Momen Jokowi Jadi Fotografer Dadakan Delegasi Perancis Saat Kunjungi Tahura Bali

Nasional
Berjasa dalam Kemitraan Indonesia-Korsel, Menko Airlangga Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari GNU

Berjasa dalam Kemitraan Indonesia-Korsel, Menko Airlangga Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari GNU

Nasional
Nadiem Ingin Datangi Kampus Sebelum Revisi Aturan yang Bikin UKT Mahal

Nadiem Ingin Datangi Kampus Sebelum Revisi Aturan yang Bikin UKT Mahal

Nasional
Saksi Kemenhub Sebut Pembatasan Kendaraan di Tol MBZ Tak Terkait Kualitas Konstruksi

Saksi Kemenhub Sebut Pembatasan Kendaraan di Tol MBZ Tak Terkait Kualitas Konstruksi

Nasional
Puan Maharani: Parlemen Dunia Dorong Pemerintah Ambil Langkah Konkret Atasi Krisis Air

Puan Maharani: Parlemen Dunia Dorong Pemerintah Ambil Langkah Konkret Atasi Krisis Air

Nasional
Hari Ke-10 Keberangkatan Haji: 63.820 Jemaah Tiba di Madinah, 7 Orang Wafat

Hari Ke-10 Keberangkatan Haji: 63.820 Jemaah Tiba di Madinah, 7 Orang Wafat

Nasional
Jokowi: Butuh 56 Bangunan Penahan Lahar Dingin Gunung Marapi, Saat Ini Baru Ada 2

Jokowi: Butuh 56 Bangunan Penahan Lahar Dingin Gunung Marapi, Saat Ini Baru Ada 2

Nasional
Kapal Perang Perancis FREMM Bretagne D655 Bersandar di Jakarta, Prajurit Marinir Berjaga

Kapal Perang Perancis FREMM Bretagne D655 Bersandar di Jakarta, Prajurit Marinir Berjaga

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com