Logo dan Nomor Dianggap Citra Diri, Parpol Dilarang Sebarkan Sebelum Kampanye - Kompas.com

Logo dan Nomor Dianggap Citra Diri, Parpol Dilarang Sebarkan Sebelum Kampanye

Kompas.com - 17/05/2018, 03:03 WIB
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Bawaslu, Jakarta, Selasa (15/5/2018).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Bawaslu, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu Mochammad Afifuddin menyatakan bahwa definisi citra diri saat kampanye Pemilihan Umum 2019 termasuk logo dan nomor urut partai.

Dengan demikian, menurut Afifuddin, Bawaslu akan memberikan sanksi jika partai politik melakukan pelanggaran mencuri start sebelum masa kampanye dimulai dengan menyebarkan logo dan nomor urut partai.

"Artinya, kalau ada logonya tapi tidak ada nomornya juga kena (sanksi). Ada nomor tapi tidak ada logo juga kena," ucap Afifuddin saat konferensi pers di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut, Afifuddin menjelaskan, kampanye merupakan kegiatan menyampaikan visi, misi, program kerja, dan citra diri setiap peserta pemilu.

Dengan demikian, setelah Bawaslu menetapkan mengenai definisi citra diri, maka partai akan diawasi jika melakukan curi start kampanye sebelum waktunya.

"Kalau definisi kampanye itukan visi-misi, program serta citra diri, jadi kalau visi-misi sudah berdiri sendiri sebagai sesuatu yang memang masuk definisi kampanye. Termasuk yang baru dan memang menjadi perdebatan artinya butuh penafsiran itu adalah soal citra diri," kata Afifuddin.

Oleh karena itu, ucap Afifuddin, tugas gugus tugas yang terdiri dari Bawaslu, KPU dan KPI untuk menyampaikan pemahaman terkait citra diri kampanye kepada masyarakat.

Sanksi yang diberikan kepada yang melanggar, ucap Afifuddin, adalah berupa peringatan.

"Sanksi yang sifatnya memperingatkan, pelanggaran administrasi," kata dia.

Ia berharap partai politik peserta Pemilu 2019 mengikuti aturan untuk tidak menampilkan citra diri hingga masuk masa kampanye pada 23 September 2018.

Sementara, anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah menyatakan, mulai hari ini KPI akan terus mengawal yang berkaitan dengan iklan kampanye, khususnya mengenai citra diri dalam konteks Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Kami awasi, artinya kalau ada di layar kaca unsur logo dan nomor partai, maka itu sudah masuk pelanggaran citra diri," ucapnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

Regional
Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Megapolitan
Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Nasional
Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Megapolitan
Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Nasional
Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Nasional
BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

Nasional
BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

Nasional
186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

Regional
Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Megapolitan
Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Megapolitan
Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Regional
5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

Regional

Close Ads X