Menag Imbau Pemuka Agama Sebarkan Ajaran Islam yang Penuh Kasih Sayang

Kompas.com - 15/05/2018, 19:59 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3). Pemerintah dan DPR menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 sebesar Rp35,23 juta per jemaah atau naik 0,9 persen dari tahun sebelum. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18
PUSPA PERWITASARIMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3). Pemerintah dan DPR menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 sebesar Rp35,23 juta per jemaah atau naik 0,9 persen dari tahun sebelum. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap rangkaian peristiwa terorisme belakangan ini harus dijawab dengan penyebaran ajaran Islam yang damai dan penuh kasih sayang.

Oleh karena itu, ia meminta bagi para ulama, ustadz, kiai dan pimpinan ormas Islam untuk menyebarkan kebaikan di tengah kemajemukan bangsa.

"Menjadi tantangan bagi para ulama, mubaligh, kiai, pimpinan ormas keagamaan dan kita semua, dan kami di Kemenag untuk semakin proaktif menjelaskan esensi ajaran islam," ujar Lukman dalam konferensi pers di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Teroris Libatkan Anak-anak, Wapres JK Sebut Hebatnya Cuci Otak Merusak Bangsa

Islam, kata Lukman, memuat ajaran kasih sayang bagi segenap alam semesta. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak menjaga makna kebersamaan dan kemajemukan yang menjadi ciri khas Indonesia.

"Pemuka agama lebih khusus lagi para mubaligh dalam menyampaikan dakwah-dakwahnya, menyampaikan syiar mengedepankan sisi-sisi Islam yang penuh dengan kasih sayang dan kedamaian yang mampu memberikan kemaslahatan dan manfaat bagi segenap umat manusia," katanya.

Lukman menegaskan, rangkaian aksi teror yang terjadi belakangan ini sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai agama manapun, termasuk Islam.

Baca juga: Soal Bom Bunuh Diri, JK Bilang Surga Tak Mungkin Diperoleh Semudah Itu

Oleh karena itu, Lukman ingin agama tak disalahgunakan untuk merendahkan bahkan meniadakan pihak lain.

"Justru bukan agama yang disalahpahami, dieksploitasi sehingga relasi kehidupan antarsesama umat manusia di tengah kemajemukan justru saling menegasikan, merendahkan bahkan saling meniadakan satu sama lain. Ini sesuatu yang harus kita hindari," kata dia.

Lukman berharap agar seluruh media massa di Indonesia senantiasa menyuarakan nilai-nilai ajaran agama yang damai, sejuk, toleran dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Langkah itu, juga menjadi upaya agar pelaksanaan puasa Ramadhan 1439 Hijriah berlangsung dengan lancar, damai, aman dan penuh berkah.

Pemerintah melalui sidang isbat hari ini, Selasa (15/5/2018) menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada hari Kamis (17/5/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X