Kompas.com - 15/05/2018, 17:01 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Barong Ider Bumi di desa wisata Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/6/2017). ARSIP KEMENPARMenteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Barong Ider Bumi di desa wisata Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya yakin travel advice yang diterbitkan sejumlah negara tidak akan terlalu berpengaruh signifikan bagi kedatangan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

Travel advice diketahui dikeluarkan sejumlah negara menyusul serangan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya selama Minggu (11/5/2018) dan Senin (12/5/2018).

"Travel advice itu memang kewajiban negara tersebut untuk mengingatkan agar dia tidak datang ke daerah tertentu di sebuah negara. Tapi kalau secara statistik, itu belum banyak mempengaruhi (jumlah wisatawan asing ke Indonesia)," ujar Arief saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Selasa (15/5/2018).

Negara yang mengeluarkan travel advice atas Indonesia, yakni Amerika Serikat, Inggris, Australia, Hong Kong dan Singapura.

Baca juga: Pasca Bom Surabaya, Kemenpar Yakinkan Pariwisata Indonesia Aman

Arief berkaca pada Australia yang sudah berulang kali mengeluarkan travel advice bagi warga negaranya yang ingin bepergian ke Indonesia.

Namun, itu rupanya tidak terlalu berpengaruh pada arus wisatawan Australia ke Indonesia. Mereka tetap datang dan menikmati keindahan Indonesia.

"Kecuali mereka keluarkan Travel Banned begitu, itu baru berat," lanjut Arief.

Lagipula, serangan bom bunuh diri beberapa waktu yang lalu bukan terjadi di destinasi wisata.

"Kalau mau terus terang ya, yang datang ke Surabaya juga enggak sampai sekian persen, gitu ya. Jadi masih banyak destinasi wisata lain di Indonesia yang bisa dikunjungi oleh mereka," ujar Arief.

Oleh sebab itu, Arief berharap media massa Indonesia berhati-hati dalam memberitakan peristiwa bom bunuh diri agar tidak menimbulkan citra buruk bagi Indonesia secara keseluruhan dan meruntuhkan sektor pariwisata dalam negeri.

"Misalkan London yang kena atau Birmingham yang kena. Kita pasti kan merasa seluruh UK kena. Jadi ada kesan itu, maka media juga mohon mengisolasi. Tolong sebut juga, itu (Surabaya) jauh dari Bali, misalnya begitu," ujar dia.

Pada Minggu, bom bunuh diri meledak di tiga gereja di Kota Surabaya. Selain itu, polisi juga menemukan bom meledak di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Pada Senin pagi, bom bunuh diri kembali menyerang pos jaga Markas Polrestabes Surabaya.

Baca juga: Pasca Ledakan Bom, Beberapa Tamu Batal Menginap di Hotel Surabaya

Total, 25 nyawa melayang akibat serangkaian peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 13 nyawa adalah pelaku bom bunuh diri dan 12 nyawa lainnya adalah masyarakat umum dan personel Polri. Serangkaian peristiwa itu juga menyebabkan 45 orang lainnya terluka.

Kompas TV Pihak kepolisian telah menangkap 13 terduga teroris dalam keadaan hidup di Jawa Timur.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Nasional
PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

Nasional
Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Kasus Baru Covid-19 Tercatat 3.205 dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Kasus Baru Covid-19 Tercatat 3.205 dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.