Menkumham Pastikan Revisi UU Antiterorisme Disahkan Sebelum Lebaran

Kompas.com - 15/05/2018, 16:25 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada wartawan setelah meresmikan Tempat Pemeriksaan Imigrasi Dermaga Marina Ancol, Rabu (25/4/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada wartawan setelah meresmikan Tempat Pemeriksaan Imigrasi Dermaga Marina Ancol, Rabu (25/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan, revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme akan rampung pada masa sidang terdekat.

Diketahui, saat ini DPR RI memasuki masa reses dan akan memulai masa sidang kembali pada 18 Mei 2018 dan berakhir lagi sebelum Idul Fitri 1439 H.

"Mulai masa sidang nanti kita langsung 'speed up'. Kami langsung selesaikan pada masa itu. Tidak sampai penutupan masa sidang sudah kami selesaikan kok," ujar Yasonna saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Ombudsman Minta Peran TNI dalam Revisi UU Antiterorisme Diatur Komprehensif

Menurut dia, pemerintah dan DPR RI saat ini sudah satu suara. Perbedaan pendapat yang selama ini terjadi mengenai definisi terorisme dan mengenai pelibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme, saat ini sudah tidak ada lagi.

Yasonna juga sudah berkomunikasi intensif dengan pimpinan DPR serta fraksi-fraksi di DPR RI mengenai kepastian pengesahan revisi undang-undang tersebut.

"Sudah kami komunikasikan, pimpinan DPR sudah kami komunikasikan dengan baik, dengan fraksi-fraksi juga kan sudah ada pertemuan sebelumnya. Kita sudah satu bahasa," lanjut dia.

Baca juga: Fadli Zon Bantah Gerindra Tolak Revisi UU Antiterorisme

Namun saat ditanya lebih rinci mengenai kesamanaan pendapat pemerintah dengan DPR soal definisi terorisme dan pelibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme, Yasonna enggan menjelaskannya.

"Janganlah, nanti....amanlah pokoknya, aman," ujar Yasonna sambil terburu-buru masuk ke dalam mobil dinasnya kemudian menutup pintu.

Presiden Jokowi sebelumnya meminta DPR dan kementerian terkait mempercepat proses revisi UU Antiterorisme yang sudah diajukan pemerintah sejak Januari 2016 lalu.

Baca juga: PKS: Kemenkumham Berkali-Kali Minta Pembahasan RUU Antiterorisme Ditunda

Jokowi menyampaikan hal itu menanggapi serangkaian aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo.

Jokowi menegaskan, revisi UU ini sangat penting bagi Polri untuk melakukan upaya pencegahan atau pun penindakan terhadap terorisme.

Jika tidak revisi UU belum rampung pada Juni, maka Jokowi akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Baca juga: Bantah Fadli Zon, Menhan Sebut Justru Pemerintah Ingin Revisi UU Antiterorisme Cepat Rampung

Namun, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut bahwa pengesahan RUU terorisme sebenarnya sudah bisa dilakukan pada masa sidang lalu.

Namun, pengesahan tertunda karena masih ada perbedaan di pemerintah mengenai definisi terorisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X