Ketua DPR Minta Polisi Tak Khawatir Masalah HAM Saat Berantas Teroris

Kompas.com - 15/05/2018, 07:55 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comKetua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta polisi menindak terorisme tanpa takut melanggar hak asasi manusia (HAM). Ia mengatakan polisi harus menyusup ke dalam sel-sel kelompok teroris tanpa menunggu mereka melancarkan aksi teror.

Ia menambahkan polisi juga bisa langsung menangkap dan memeriksa terduga teroris jika dirasa ada dugaan kuat dan bukti yang cukup.

“Kepentingan bangsa dan negara harus didahulukan. Kalau ada pilihan antara HAM atau menyelamatkan masyarakat, bangsa dan negara, saya akan memilih menyelamatan masyarakat, bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Bamsoet, sapaannya, dapam keterangan tertulis, Senin (14/5/2018) malam.

"Soal HAM, kita bahas kemudian. Terbukti kita proses hukum, tidak terbukti dilepaskan. Jangan kasih ruang bagi teroris untuk berlindung di balik nama HAM,” lanjut Bamsoet.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah tidak ragu menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Sebab, berdasarkan informasi dari Kapolri, para teroris memanfaatkan media sosial online untuk merakit bom.

Baca: Kapolri Sebut Bom Surabaya atas Instruksi ISIS dan Terkait Teror di Paris

Ia menambahkan pemerintah tak boleh takut untuk meminta provider maupun penyedia layanan platform digital menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Jika provider maupun platform digital lambat menutup, pemerintah bisa memaksa untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet juga mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Para tokoh masyarakat dan pemuka agama juga diharapkan ikut ambil peran dalam menjaga keteduhan di masyarakat.

"Masyarakat kita sangat heterogen dan kental dengan ketaatan terhadap tokoh maupun pemuka agama," kata dia.

"Saya mengajak untuk menciptakan keteduhan dan keharmonisan. Para tokoh dan pemuka agama harus mencerahkan umatnya agar tak termakan isu yang dapat memecah bangsa maupun mengganggu kedamaian di Indonesia," lanjut Bamsoet.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X