Pasca-rentetan Teror, Moeldoko Imbau Pelaku Usaha Tenang

Kompas.com - 14/05/2018, 17:56 WIB
Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, dalam diskusi publik bertema Pemenuhan Hak-hak Disabilitas di Mataram, Kamis (26/4), bersama 200 penyandang disabilitas kawasan Indonesia timur, Bali, NTT, NTB, aktivis, dan mahasiswa peduli disabilitas. kompas.com/fitriKepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, dalam diskusi publik bertema Pemenuhan Hak-hak Disabilitas di Mataram, Kamis (26/4), bersama 200 penyandang disabilitas kawasan Indonesia timur, Bali, NTT, NTB, aktivis, dan mahasiswa peduli disabilitas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko meminta pelaku usaha di Indonesia tetap tenang di tengah kondisi keamanan dalam negeri yang baru saja diguncang serangkaian teror.

"Kami berharap semua pelaku dunia usaha supaya tetap tenang, masyarakatnya juga tenang. Serahkan kepada TNI dan Polri untuk menyelesaikannya," ujar Moeldoko kepada wartawan di Menara 156, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Presiden Jokowi, lanjut Moeldoko, sudah memerintahkan TNI dan Polri berkolaborasi menuntaskan serangkaian kasus bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi Minggu (13/5/2018) dan Senin pagi tadi. Moeldoko yakin, dengan bantuan TNI, Polri mampu menuntaskan kasus tersebut.

Baca juga: Mendikbud: Semua Anak dalam Ledakan Bom Surabaya adalah Korban

"Kepolisian kini memiliki kekuatan yang semakin kuat untuk membasmi terorisme ini. Kepada mereka (pelaku teror) yang saat ini sudah menyusun sel-sel, telah diketahui pihak kepolisian. Maka itu, saya mengimbau semuanya untuk tetap tenang," ujar Moeldoko.

Dari sisi payung hukum, lanjut Moeldoko, pemberantasan tindak pidana terorisme juga dipastikan akan segera diperkuat.

Presiden Jokowi sudah menegaskan, apabila revisi UU Terorisme tidak segera disahkan oleh DPR RI, maka dirinya bakal menggunakan kewenangan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Terorisme.

"Jika sampai Juni pada akhir masa sidang (revisi UU Terorisme) belum juga disahkan, maka Presiden akan mengeluarkan Perppu. Karena, kalau tidak, itu akan menyulitkan satuan keamanan untuk melaksanakan tindakan taktis di lapangan," lanjut mantan Panglima TNI tersebut.

Diberitakan, Minggu (13/5/2018) dan Senin ini, terjadi serangkaian ledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Jokowi Disebut Sudah Perintahkan TNI Bantu Polri Ungkap Kasus Bom Surabaya

Pada Minggu, bom bunuh diri meledak di tiga gereja di Kota Surabaya. Selain itu, polisi juga menemukan bom meledak di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Pada Senin pagi, bom bunuh diri kembali menyerang pos jaga Markas Polrestabes Surabaya.

Total, 25 nyawa melayang akibat serangkaian peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 13 nyawa adalah pelaku bom bunuh diri dan 12 nyawa lainnya adalah masyarakat umum dan personel Polri.

Serangkaian peristiwa itu juga menyebabkan 45 orang lainnya terluka.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerahkan Satgas Tinombala, Pemerintah Pastikan Tindak Tegas Pelaku Teror di Sigi

Kerahkan Satgas Tinombala, Pemerintah Pastikan Tindak Tegas Pelaku Teror di Sigi

Nasional
Jokowi: Reformasi Struktural Tak Bisa Ditunda Lagi, Regulasi yang Rumit Harus Dipangkas

Jokowi: Reformasi Struktural Tak Bisa Ditunda Lagi, Regulasi yang Rumit Harus Dipangkas

Nasional
Mantapkan Fungsi Organisasi, Korpri Diharapkan Jadi Role Model Penerapan Protokol Kesehatan

Mantapkan Fungsi Organisasi, Korpri Diharapkan Jadi Role Model Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Pasca-aksi Teror di Sigi, PBNU Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Pasca-aksi Teror di Sigi, PBNU Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Nasional
Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Nonstruktural, Ini Rinciannya

Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Nonstruktural, Ini Rinciannya

Nasional
Tokoh Masyarakat Diminta Jaga Situasi Tetap Kondusif Pasca-aksi Teror di Sigi

Tokoh Masyarakat Diminta Jaga Situasi Tetap Kondusif Pasca-aksi Teror di Sigi

Nasional
Ketua MPR Prihatin Calon Besan Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK

Ketua MPR Prihatin Calon Besan Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK

Nasional
Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

Nasional
UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

Nasional
Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

Nasional
UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Nasional
Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

Nasional
Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

Nasional
Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X