Pasca-teror, Ini Permintaan Jokowi ke Para Mubalig

Kompas.com - 14/05/2018, 14:24 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi proyek tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 dan Seksi 3, Sabtu (12/5/2018) sore. Erwin Hutapea/Kompas.comPresiden Joko Widodo saat meninjau lokasi proyek tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 dan Seksi 3, Sabtu (12/5/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta mubalig di Indonesia untuk terus menyampaikan kepada umat bahwa radikalisme dan terorisme bukanlah ajaran Islam yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan saat berpidato di acara Halaqah Nasional Hubbul Wathon dan Deklarasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara di Asrama Haji, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018).

"Ini kewajiban kita bersama, khususnya mubalig, mengingatkan ke santri, ke jemaah, ke umat, bahwa rukun Islam tidak mengajarkan seperti itu (radikalisme dan terorisme)," ujar Jokowi.

Baca juga: Menristek Dikti Nilai Kampus Jadi Gerbang Utama Cegah Radikalisme

"Islam mengajarkan kita untuk lemah lembut, rendah hati, menghormati orang lain. Saya kira itu yang diarahkan oleh nabi besar kita Muhammad SAW," lanjut dia.

Jokowi sekaligus mengungkapkan pengalamannya melihat tempat kejadian perkara bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi pun berkesempatan melihat anak-anak yang digunakan untuk bom bunuh diri.

Pertama, Jokowi melihat jenazah dua anak perempuan yang masih berumur 12 dan 9 tahun.

Berdasarkan informasi yang ia terima, kedua anak perempuan itu dipasangi sabuk berisi bom.

"Mereka diantar oleh ayahnya dan turun digandeng ibunya, kemudian meledakkan dirinya di depan gereja," ujar Jokowi.

Kedua, Jokowi juga melihat jenazah dua anak laki-laki yang masing-masing berumur 16 tahun dan 18 tahun.

"Yang laki-laki juga sama. Naik sepeda motor, dia  bawa bom dan meledakkan diri di gereja yang lain," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Ungkap Pengalaman Tinjau TKP Bom Surabaya

Jokowi merasa miris dengan kondisi itu. Ia merasa, betapa pemahaman radikalisme dan terorisme benar-benar merusak manusia.

"Saya mengajak kita semuanya, termasuk para mubalig, agar bersama-sama menyampaikan betapa tidak bermartabatnya aksi teror tersebut," ujar Jokowi.

Kompas TV Kegeraman Presiden Joko Widodo diungkapkan dengan tegas bahwa aprat negara tidak akan pernah membiarkan tindakan pengecut seperti terorisme.

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

Nasional
Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Nasional
Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Nasional
UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Nasional
Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X