Prabowo: PKS Punya Tempat Khusus di Hati Saya

Kompas.com - 14/05/2018, 06:16 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18	ARIF FIRMANSYAH Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bercerita tentang perjuangannya bersama Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) dalam memenangkan kontestasi pemilihan di berbagai daerah.

Prabowo merasa PKS selalu ada di samping dirinya dan Partai Gerindra dalam keadaan susah dan senang.

"Saya alami sendiri, kalau berunding dengan PKS, kok lancar, enak dan mereka tepati janjinya," kata Prabowo dalam sambutannya dalam Milad ke-20 PKS di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (13/5/2018).

"Kemarin waktu Pilpres 2014, di mana PKS gubernurnya (di daerah itu), saya menang. Jadi saya mengatakan PKS punya tempat khusus di hati saya," ujar Prabowo.

Baca juga: Gerindra Klaim PAN Merapat ke Koalisi Prabowo

Prabowo mengakui, PKS punya tokoh-tokoh yang hebat. Ia menghormati PKS yang memiliki sistem kaderisasi yang kuat. Bahkan, Prabowo ingin sistem kaderisasi Partai Gerindra kuat seperti layaknya PKS.

"Kami banyak nyontek dari PKS. PKS kalau bikin kaderisasi itu kuat, di kemah, di gunung. Jangan mau kalah sama PKS. Kami banyak nyontek antum-antum ini semua," kata dia.

Prabowo juga bercerita lelahnya perjuangan dirinya bersama PKS pada masa Pilkada DKI Jakarta tahun lalu.

Sejumlah pimpinan PKS rela tidur di karpet rumahnya. Bahkan, Presiden PKS Sohibul Iman juga susah payah mencari kandidat kuat.

"Saya merasa terharu waktu Pilkada DKI Jakarta, pimpinan PKS tidur di rumah saya, di karpet tiga hari tiga malam. Presiden PKS mondar-mandir cari calon susah," kata Prabowo.

Baca juga: Gelar Milad Ke-20, PKS Tidak Lakukan Deklarasi Capres dan Cawapres

Dari pengalaman itu, Prabowo menegaskan pimpinan dan kader PKS tak pernah meninggalkan dirinya dan Gerindra. Prabowo menyatakan, ia akan selalu setia dengan pimpinan dan kader PKS.

"Prabowo dan Gerindra tidak pernah meninggalkan PKS. Dari dulu nasionalis dan agamis harus satu untuk Indonesia aman dan tentram," ucapnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X