Survei CSIS: Ganjar Pranowo-Taj Yasin 66,5 Persen, Sudirman Said-Ida Fauziyah 14,8 Persen

Kompas.com - 13/05/2018, 23:30 WIB
Calon gubernur Ganjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said (kedua kanan) menyaksikan calon wakil gubernur Taj Yasin (kedua kiri) dan Ida Fauzia (kanan) berjabat tangan saat Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana PutraCalon gubernur Ganjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said (kedua kanan) menyaksikan calon wakil gubernur Taj Yasin (kedua kiri) dan Ida Fauzia (kanan) berjabat tangan saat Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei elektabilitas menunjukkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo- Taj Yasin berada di posisi teratas dalam survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Survei elektabilitas Pilkada Jawa Tengah ini menunjukkan Ganjar-Taj Yasin dengan elektabilitas 66,5 persen. Sedangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said- Ida Fauziyah berada di bawah petahana dengan elektabilitas 14,8 persen.

Sementara itu sebanyak 18,7 persen responden tercatat belum menentukan pilihannya.

Peneliti CSIS Arya Fernandes menambahkan Ganjar-Taj Yasin identik dengan PDI-P sedangkan Sudirman-Ida identik dengan Gerindra.

Data tersebut diperoleh saat responden ditanya partai mana selaku pengusung utama dua pasangan calon di atas.

"Sebanyak 57,3 persen responden menjawab PDI-P partai pengusung utama Ganjar-Taj Yasin. 16,8 persen responden menyebut Gerindra partai pengusung utama Sudirman-Ida," kata Arya di Morrissey Hotel Residence, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Baca juga: Survei Kompas: Pilkada Jateng, Ganjar-Yasin di Atas Angin

Arya menambahkan temuan tersebut menjadi gambaran awal bagi partai dan asosiasinya atas pasangan calon kepala daerah yang diusung di Jawa Barat, dengan Pemilu 2019.

"Dalam konteks Jawa Tengah, bisa disimpulkan PDI-P dan Gerindra adalah partai-partai dengan identitas paling kuat di mata pemilih, namun PDI-P masih dominan," lanjut dia.

Baca juga: Survei Kompas: Banyak Kemungkinan yang Bisa Terjadi pada Pilkada Jateng

Diketahui, survei CSIS ini dilakukan pada rentang tanggal 16-30 April. Survei dilakukan menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah responden 1.000 orang dan margin of error (+/-) 3,15 persen. Pendanaan survei berasal dari internal CSIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Tegaskan Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi, Bukan Diwakilkan DPRD

Mendagri Tegaskan Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi, Bukan Diwakilkan DPRD

Nasional
Tanggapi Kritik Fadli Zon, Gubernur Lemhanas Sebut Ada Upaya Mengganti Pancasila

Tanggapi Kritik Fadli Zon, Gubernur Lemhanas Sebut Ada Upaya Mengganti Pancasila

Nasional
MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

Nasional
Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Nasional
Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Nasional
Heboh 'Desa Fiktif', Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Heboh "Desa Fiktif", Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Nasional
Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Nasional
Usai Investigasi 'Desa Fiktif', Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Usai Investigasi "Desa Fiktif", Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Nasional
Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Nasional
Istana Enggan Tanggapi Penolakan Serikat Pekerja Pertamina terhadap Ahok

Istana Enggan Tanggapi Penolakan Serikat Pekerja Pertamina terhadap Ahok

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Nasional
Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Nasional
Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Nasional
Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X