Bom Gereja di Surabaya, Kemenag Imbau Umat Kristen Tetap Tenang

Kompas.com - 13/05/2018, 17:23 WIB
Petugas kepolisian saat olah TKP di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Hingga pukul 12.30 WIB, jumlah korban ledakan di 3 gereja mencapai 10 korban meninggal dan 41 luka-luka. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas kepolisian saat olah TKP di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Hingga pukul 12.30 WIB, jumlah korban ledakan di 3 gereja mencapai 10 korban meninggal dan 41 luka-luka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama mengimbau umat kristiani tetap tenang menghadapi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya.

Dirjen Pembinaan Masyarakat Kristen Thomas Pentury meyakini Polri dapat menangani aksi teror tersebut dengan baik.

"Serahkan seluruh penanganan aksi teror kepada aparat keamanan dan tidak bertindak sendiri-sendiri," ujar Thomas melalui keterangan tertulis, Minggu (13/5/2018).

Thomas meyakinkan umat Kristen bahwa pemerintah dapat menyelesaikan masalah teror yang belakangan terjadi bertubi-tubi itu.

"Pimpinan gereja untuk terus membina umat dengan ajaran kasih yang diajarkan Yesus," kata dia.

Thomas pun mengimbau masyarakat agar tetap beraktifitas seperti biasa. Terutama bagi umat Kristiani agar tetap tekun melaksanakan Ibadah Minggu.

"Selalu berdoa untuk selalu ada penghiburan bagi jemaah yang duka cita," kata Thomas. 

Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Maria Tak Tercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Informasi Kepolisian hingga Minggu siang, sebanyak sepuluh orang tewas dalam tiga serangan teroris tersebut. Selain itu, 41 orang mengalami luka dan tengah dirawat di beberapa rumah sakit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X