Kompas.com - 09/05/2018, 20:28 WIB
Aktivis Kontras, Yati Andriani dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (10/12/2016). Ambaranie Nadia K.MAktivis Kontras, Yati Andriani dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani berharap pihak-pihak terkait perlu melakukan investigasi secara mendalam atas insiden kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat sejak Selasa (8/5/2018) malam.

Kerusuhan itu mengakibatkan lima anggota kepolisian dan satu narapidana terorisme tewas.

"Perlu digelar investigasi yang mendalam, independen dalam kasus ini, harus segera dilakukan," kata Yati kepada Kompas.com, Rabu (9/5/2018) malam.

Di sisi lain, hasil investigasi ini nantinya bisa mengungkap kronologi dan informasi rinci peristiwa secara jelas, jernih dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Yati, hal itu ditujukan untuk menghindari spekulasi liar yang berkembang di ranah publik.

"Pemicu dari peristiwa ini harus diungkap secara jujur, informasi yang jelas, clear, dan dapat dipertanggungjawabkan. Harus disampaikan secara terbuka agar tidak muncul spekulasi dan ketakutan di masyarakat," kata dia.

Baca juga: Polri Sebut Tuntutan Napi Teroris Mulanya Sepele, Lalu Ingin Bertemu Aman Abdurrahman

Polri juga diharapkan bisa menempuh langkah strategis agar peristiwa kerusuhan ini tak lagi terulang ke depannya. Sebab, kata Yati, aksi kerusuhan juga sempat terjadi sebelumnya di Mako Brimob.

"Perlu pendekatan yang meminimalkan kemungkinan jatuh korban lebih banyak harus dilakukan, untuk memastikan tidak terjadi peristiwa berulang yang sama mengingat kerusuhan sebelumnya juga terjadi," ujar Yati.

Yati mengungkapkan, Kontras menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa ini.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan insiden antara narapidana terorisme dan beberapa polisi berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian.

Baca juga: Satu Personel Densus 88 Masih Disandera Napi Teroris di Mako Brimob

Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa. Ketika itu pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme.

Saat terjadi keributan beberapa petugas polisi disandera. Ada enam polisi yang disandera sejak kemarin dan senjata diduga direbut oleh para tahanan narapidana teroris.

Kompas TV Jalan menuju Mako Brimob Kelapa Dua Depok, ditutup, karena polisi masih menangani kericuhan yang diduga melibatkan napi terorisme.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Nasional
AMAN: Kemungkinan Tukar Guling Lahan Konsesi untuk IKN Akan Ancam Masyarakat Adat di Wilayah Lain

AMAN: Kemungkinan Tukar Guling Lahan Konsesi untuk IKN Akan Ancam Masyarakat Adat di Wilayah Lain

Nasional
Rumah Sedang Direnovasi Jadi Dalih Arteria Dahlan Parkir Mobil di DPR

Rumah Sedang Direnovasi Jadi Dalih Arteria Dahlan Parkir Mobil di DPR

Nasional
Kemenlu Dorong Uni Emirat Arab Bantu Lepaskan ABK WNI yang Ditahan Milisi Houthi

Kemenlu Dorong Uni Emirat Arab Bantu Lepaskan ABK WNI yang Ditahan Milisi Houthi

Nasional
Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 Triliun

Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 Triliun

Nasional
Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah Disita KPK dalam OTT di Surabaya

Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah Disita KPK dalam OTT di Surabaya

Nasional
20.000 Masyarakat Adat Diperkirakan Tergusur Proyek Ibu Kota Baru

20.000 Masyarakat Adat Diperkirakan Tergusur Proyek Ibu Kota Baru

Nasional
UPDATE 20 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,88 Persen

UPDATE 20 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,88 Persen

Nasional
Arteria Dahlan Terancam Dipidana Bila Terbukti Palsukan Pelat Mobil Mirip Polisi

Arteria Dahlan Terancam Dipidana Bila Terbukti Palsukan Pelat Mobil Mirip Polisi

Nasional
KPK Amankan 5 Orang Dalam OTT di Surabaya

KPK Amankan 5 Orang Dalam OTT di Surabaya

Nasional
UPDATE 20 Januari: 12.328 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 20 Januari: 12.328 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 20 Januari: Sebaran 2.116, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

UPDATE 20 Januari: Sebaran 2.116, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 20 Januari 2022: Ada 5.346 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 20 Januari 2022: Ada 5.346 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 20 Januari: 326.114 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,46 Persen

UPDATE 20 Januari: 326.114 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,46 Persen

Nasional
UPDATE 20 Januari: Bertambah 577, Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.121.117

UPDATE 20 Januari: Bertambah 577, Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.121.117

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.