Lapas Nusakambangan Siap Tampung Napi Terorisme Mako Brimob

Kompas.com - 09/05/2018, 17:20 WIB
Sekretaris  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami Kompas.com/YOGA SUKMANA Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) siap menampung narapidana terorisme yang kini mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

Hal ini disampaikan oleh Dirjen PAS Sri Puguh Utami usai menggelar rapat bersama di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Seperti diketahui kerusuhan pecah di Rutan Mako Brimob, Selasa (8/5/2018) malam. Sejumlah narapidana terorisme diduga terlibat dalam kerusuhan yang menewaskan lima orang anggota Polri itu. 

Sri menuturkan, lapas yang dipilih untuk menampung narapidana terorisme adalah Lapas Pasir Putih di Nusakambangan.

Lapas tersebut adalah penjara khusus warga binaan kasus terorisme dengan tingkat pengawasan super ketat atau high risk security yang dimiliki oleh Kemenkumham.

"Intinya kami ada kesiapan untuk menerima mereka (karena) memang tugas kami," kata Sri.

Baca juga : Wiranto Anggap Masalah di Mako Brimob Menyangkut Keamanan Nasional

Saat ini kata Sri, Lapas Pasir Putih memilih kapasitas hingga 124 orang tahanan. Sementara itu berdasarkan data Ditjen PAS hingga awal April 2018 lalu, lapas tersebut baru menampung 30 napi terorisme.

Lapas high risk security untuk napi terorisme, juga menyediakan upaya deradikalisasi. Hal ini penting untuk memberikan pembinaan dan pemahaman yang tepat kepada napi terorisme.

Sri memastikan, sistem pengawasan di lapas high risk super ketat. Seluruh gerak-gerik dipantau setiap hari oleh kamera pengawas atau CCTV. Satu sel juga hanya diisi oleh satu narapidana.

Meski begitu, Sri mengatakan kepastian pemindahan para narapidana terorisme dari Mako Brimob masih perlu menunggu keputusan bersama sejumlah pihak. 

Menurut Sri, dalam rapat di Kantor Kemenko Polhukam, belum ada keputusan terkait hal tersebut.

"Tergantung assessment dan perintah setelah ini," kata dia.

Seperti diketahui, keributan terjadi di Rutan Mako Brimob pada Selasa (8/5/2018) malam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat korban jiwa dalam insiden keributan antara narapidana terorisme dan beberapa polisi

Baca juga : 5 Polisi dan 1 Narapidana Terorisme Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob

Menurut Iqbal, lima polisi gugur dan satu narapidana kasus terorisme tewas dalam insiden tersebut. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Saat ini, kata Iqbal, enam jenazah sudah di bawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Rekan kami yang gugur saat ini sudah di RS Polri Kramat Jati," kata Iqbal.

Sementara itu, hingga pukul 15.45 WIB masih ada satu anggota polisi yang disandera oleh narapidana terorisme di dalam rutan Mako Brimob.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X