Polri: Sepele, Pemicu Keributan di Mako Brimob Hanya karena Makanan - Kompas.com

Polri: Sepele, Pemicu Keributan di Mako Brimob Hanya karena Makanan

Kompas.com - 09/05/2018, 12:26 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

DEPOK, KOMPAS.com — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal mengungkapkan bahwa insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam, berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian karena masalah makanan.

Ada pihak keluarga narapidana terorisme yang sedang berkunjung menolak pemeriksaan atas makanan yang dibawanya.

"Pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan," ujar Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Baca juga : Polisi Masih Negosiasi dengan Para Tahanan di Mako Brimob

"Memang di media-media maupun media sosial berkembang. Nah saya, kan, ada di TKP sejak tadi malam. Saya lihat tahap demi tahap bahwa apa yang diklaim oleh si A, B, dan lain-lain itu sama sekali tidak benar," tambahnya.

Iqbal menegaskan, sesuai standar prosedur operasional (SOP), seluruh makanan yang berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui pemeriksaan.

"Sesuai SOP, memang makanan diverifikasi oleh kami apakah ada barang-barang lain, itu terjadi keributan, cekcok," kata Iqbal.

Baca juga: Ombudsman Minta Polri Tak Lambat Beri Info soal Kerusuhan di Mako Brimob

Seperti diketahui, terjadi keributan di dalam rutan yang ada di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam.

Beberapa petugas terluka dalam insiden ini. Sementara itu, belum diketahui pasti apakah ada yang terluka dari pihak tahanan.

Kompas TV Polri juga mengimbau warga tidak langsung percaya akan foto ataupun video yang berseliweran di media sosial


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X