Kompas.com - 08/05/2018, 09:48 WIB
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (berkursi roda) meninggalkan RSCM untuk dibawa ke rutan KPK di Jakarta, Minggu (19/11/2017). ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYTersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (berkursi roda) meninggalkan RSCM untuk dibawa ke rutan KPK di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Riska Anungnata menyebutkan bahwa terdakwa Fredrich Yunadi mencoba menghalangi penyidik KPK saat akan menahan tersangka Setya Novanto.

Hal itu dikatakan Riska saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurut Riska, upaya menghalangi itu terjadi ketika Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta pada 17 November 2017. Saat itu, Novanto baru saja mengalami kecelakaan.

Baca juga: Saat Fredrich Gagal Benturkan Jawaban Penyidik KPK dengan Keterangan Polisi

Rencananya, Novanto akan dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Namun, sebelum pemindahan, penyidik membacakan surat perintah penahanan terhadap Novanto.

Surat itu dibacakan di hadapan Novanto, Fredrich dan istri Novanto, Deisti Astriani. Namun, menurut Riska, Fredrich saat itu emosi dan menolak administrasi penahananan itu.

"Setelah membaca sendiri, Pak Fredrich melempar surat penahanan itu ke atas tempat tidur pasien," kata Riska.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, menurut Riska, Fredrich juga berusaha memengaruhi istri Novanto agar menolak perintah penahanan.

Baca juga: Jaksa Buktikan Keterangan Fredrich Tidak Benar Lewat Pemutaran Video

 

Fredrich menyarankan agar Deisti tidak menandatangani berita acara penahanan.

Menurut Riska, saat itu Fredrich beralasan bahwa surat penahanan itu melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Anda (Fredrich) waktu itu tidak terima. Anda emosi, 'Ibu jangan terima, ini melanggar HAM'," kata Riska.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.