Bertemu Prabowo, Sandiaga Sampaikan Hasil Dialog Terkait Pilpres

Kompas.com - 07/05/2018, 23:24 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Sandiaga Uno, Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 menyatakan dirinya bertemu Ketua Umum Gerindra untuk menyampaikan hasil dialog dengan sejumlah partai dan tokoh.

"Kami tukar pikiran dan saya sampaikan ke Pak Prabowo Subianto perkembangan terakhir, pembicaraan komunikasi politik juga apa yang menjadi harapan masyarakat," kata Sandiaga di depan kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Ia menambahkan, dirinya terus berkomunikasi dengan PKS dan PAN terkait pembentukan koalisi dan penentuan cawapres pendamping Prabowo.

Selain membahas cawapres, saat bertemu dengan PAN, PKS, dan tokoh yang mendukung Prabowo, Sandiaga juga membahas program yang nantinya akan ditawarkan kepada pemilih.

Baca juga : Sandiaga dan Kalla Bertemu, Singgung Cawapres Jokowi dan Prabowo

Sebab, saat ini ia menilai pemerintah belum optimal dalam menyejahterakan masyarakat. Hal itu nantinya akan digodok bersama oleh para pengusung Prabowo untuk menawarkan program kesejahteraan yang baru kepada masyarakat.

Hal itu, juga dibahas Sandi saat dia bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pekan lalu. Bahkan, kata Sandiaga, Kalla mengakui perekonomian Indonesia saat ini kurang optimal.

"Bahwa ekonomi ini enggak berjalan secara semestinya dan Pak JK (Jusuf Kalla) juga setuju bahwa ekonomi kita semestinya juga bisa lebih bagus lagi," lanjut dia.

Saat ditanya apakah pertemuan dengan Prabowo tadi membahas nama cawapres, Sandi membantah.

"Belum berbicara spesifik nama pendamping. Tapi kami bicara koalisi, kami bicarakan update, pembicaraan kami baik kepada partai yang sudah cukup berkomunikasi seperti PKS dan PAN," Sambung Sandi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Nasional
Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Nasional
Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Nasional
KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Nasional
13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

Nasional
LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

Nasional
ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

Nasional
Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Nasional
Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Nasional
Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Nasional
Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Nasional
Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Nasional
Lewat Surat, Ketua DPR Didesak Sahkan RUU PKS

Lewat Surat, Ketua DPR Didesak Sahkan RUU PKS

Nasional
Edhy Prabowo Tersangka, Jokowi Dinilai Punya Momentum Reshuffle

Edhy Prabowo Tersangka, Jokowi Dinilai Punya Momentum Reshuffle

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X