PM China Diagendakan Bertemu Jokowi, Bahas Jalur Sutra Maritim

Kompas.com - 07/05/2018, 06:46 WIB
Perdana Menteri China, Li Keqiang. STR / AFPPerdana Menteri China, Li Keqiang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri China Li Keqiang tiba di Jakarta pada Minggu (6/5/2018) sore untuk melakukan kunjungan resmi.

Dilansir dari ANTARA, Perdana Menteri datang dengan pesawat khusus Pemerintah China dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 17.00 WIB.

Menurut pantauan, pejabat dari Pemerintah Indonesia yang menyambut ketibaan PM Li adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun juga menyambut kedatangan Pm Li di bandara.

Baca juga: Posisi Indonesia di Antara Jalur Sutra dan Potret Hegemoni China

Sejumlah agenda yang rencananya dilakukan PM Li selama di Indonesia, yaitu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan serta mengunjungi Sekretariat ASEAN dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-China.

Saat kunjungannya di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Perdana Menteri Li akan menghadiri perayaan HUT Ke-15 hubungan kemitraan strategis China bersama ASEAN.

Menurut ANTARA di Beijing, Li rencananya membahas tindak lanjut inisiatif Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau "Belt and Road" bersama Indonesia.

Baca juga: Hadiri OBOR di China, Jokowi Intip Peluang Jalur Sutra Modern

Selain itu, PM China juga akan membahas proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan Indonesia-China.

Kunjungan Li ke Indonesia juga menandai lima tahun kemitraan strategis dan komperehensif Indonesia-China.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber ANTARA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X