Marak #2019GantiPresiden, Relawan Jokowi Buat Tagar Tandingan

Kompas.com - 06/05/2018, 20:31 WIB
Seorang relawan berdiri di depan mobil komando deklarasi #2019GantiPresiden di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaSeorang relawan berdiri di depan mobil komando deklarasi #2019GantiPresiden di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Jokowi (ReJo) menilai, tagar #2019GantiPresiden yang marak di media sosial akan ada tandingannya. Kelompok ini akan menyiapkan pengganti tagar tersebut di lini media sosial.

Beberapa yang sudah digulirkan ReJo adalah tagar #DiaSibukKerja dan #2019TetapJokowi.

Namun, Ketua Umum Rejo Darmizal memastikan bahwa tagar-tagar tersebut bukanlah yang terakhir. Akan muncul tagar-tagar lain yang bertujuan untuk menyampaikan keberhasilan Jokowi.

"Kami akan melengkapi semuanya, mulai dari pertarungan udara melalui media sosial, media mainstream, kunjungan kepada masyarakat door to door dan melalui kegiatan lain," kata dia dalam acara deklarasi di Jakarta, Minggu (6/5/2018).

Baca juga : Neno Warisman, Donatur Terbesar Deklarasi #2019GantiPresiden

Seperti diketahui, penantang terkuat Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah menerima mandat para keder untuk maju di Pilpres 2019. Namun hingga kini, Prabowo belum menyatakan deklarasi maju Pilpres 2019.

Sebelumnya, Relawan Jokowi (Rejo) menggelar deklarasi dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia dua periode di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).

Namun dalam deklarasi, Rejo menilai bahwa lawan berat Presiden Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bukanlah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Musuh sesungguhnya Pak Jokowi bukan Prabowo, tetapi fitnah sesungguhnya," ujar Wakil Ketua ReJo Mudhofir Khamid dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina ReJo Sidarto Danusubroto mengatakan bahwa fitnah kepada Presiden Jokowi mulai dari tuduhan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), isu jutaan tenaga kerja asing (TKA), hingga isu Jokowi anti islam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X