Jumlah Narapidana Melonjak, Uang Makan Capai Rp 1,3 Triliun

Kompas.com - 03/05/2018, 13:24 WIB
Sekretaris  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami Kompas.com/YOGA SUKMANASekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan jumlah narapidana mengagetkan pemerintah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, jumlah narapidana di lapas mencapai 242.903 orang hingga Mei 2018.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, kenaikan jumlah narapidana tersebut berefek membengkaknya dana yang perlu dianggarkan pemerintah untuk biaya makan para warga binaan tersebut.

"Untuk makan saja, untuk napi seluruh Indonesia selama 12 bulan Rp 1,3 triliun. Total itu," ujarnya saat ditemui usai acara lokakarya Hak dan Kesehatan Perempuan di Lapas, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Baca juga : Kelebihan Kapasitas Lapas dan Rutan Masih Jadi Catatan Mengerikan Kemenkumham


"Kalau pemerintah hanya ngasih Rp 1 triliun, berarti kurang Rp 300 miliar. Kalu nambah (napinya) ya kurang lagi (anggarannya), jadi angka ini bergerak terus."

Sri berharap jumlah narapidana di lapas tidak terus melonjak. Sebab bila itu terjadi, pemerintah harus menganggarkan dana untuk biaya hidup narapidana lebih besar lagi.

Diharapkan pula agar para pelaku kejahatan tidak dengan mudah dijebloskan ke penjara.

Hal itu, kata dia, perlu diperhatikan sebab saat ini penghuni lapas sudah jauh melebihi kapasitas.

Menurut Sri, jumlah napi di 526 lapas di Indonesia mencapai 242.903 orang. Padahal kata dia, pada 2015 lalu, jumlahnya hanya sekitar 160-170 ribu orang. Sementara itu kapasitas lapas rata-rata hanya 124.000 orang.

Baca juga : Yasonna Berharap Tak Ada Lagi Cerita soal Rendahnya Moralitas dan Integritas Petugas Lapas

"Sudahlah kasihan uang negara. Kami bisanya apa ya kami mesti melakukan pembinaan dengan benar. Mudah-mudahan enggak ada residivis," kata dia

Sebelumnya, Sri menilai hanya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah kelebihan kapasitas lapas. Pertama yakni menambah kapasitas lapas, kedua secepatnya mengeluarkan napi dari dalam lapas.

"Tetapi kalau bangun terus kan masa bangun lapas terus sih, apa engak lebih enak bangun sekolahan, rumah sakit dari pada bangun lapas rutan?," ucapnya.

Kompas TV Lalu, polisi menangkap satu tersangka lain di rumah kawasan Dumai, Pekanbaru dan menemukan 10 kilogram sabu.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X