Pimpin Rapat soal Masalah Keraton Solo, Wiranto Pilih Tahan Bicara

Kompas.com - 02/05/2018, 20:45 WIB
Menko Polhukam Wiranto usai diundang untuk membuka seminar yang digelar Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI), di Hotel Bidakara, Kamis (19/4/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comMenko Polhukam Wiranto usai diundang untuk membuka seminar yang digelar Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI), di Hotel Bidakara, Kamis (19/4/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menggelar rapat koordinasi terkait dengan penyelesaian masalah di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Namun usai rapat, Wiranto tak banyak bicara kepada media. Ia mengatakan hal itu perlu dia lakukan agar proses penyelesaian masalah bisa dilakukan.

"Ya sesuatu yang belum diselesaikan jangan (dilempar) ke media sosial dulu nanti malah ganggu," ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Baca juga : Abdi Dalem Jadi Tersangka Pencurian Mobil Permaisuri Keraton Solo 

"Lebih baik bungkam dulu, lalu nanti penyelesaiannya bagaimana, itu masih mentah lah," sambung mantan Panglima ABRI tersebut.

Seperti diketahui, konflik di internal Keraton Surakarta sudah menahun. Pemerintah terus mendorong agar konflik bisa disudahi dan kerabat keraton diharapkan melakukan rekonsiliasi.

Rekonsiliasi dinilai penting agar pembentukan unit pelaksana teknis (UPT) Balai Pelestarian Kawasan Cagar Budaya di Keraton Surakarta yang digagas oleh pemerintah bisa kembali diteruskan setelah sempat tertunda.

Baca juga : 13 Tahun Konflik, Keluarga Keraton Solo Akhirnya Berdamai

Penundaan pembentukan UPT yang bertujuan untuk pengelolaan dan pelestarian keraton sebagai cagar budaya itu sebabkan adanya penolakan dari internal Keraton Surakarta.

Wiranto sendiri merupakan orang yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menangani hal tersebut. Penunjukan itu untuk menggantikan anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres) Subagyo H.S.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X