Kompas.com - 02/05/2018, 16:13 WIB
Presiden Joko Widodo saat melantik Salman Al Farisi menjadi Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Lesotho dan Kerajaan Swaziland di Istana Negara, Rabu (2/5/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat melantik Salman Al Farisi menjadi Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Lesotho dan Kerajaan Swaziland di Istana Negara, Rabu (2/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo melantik Salman al-Farisi menjadi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Swaziland dan Kerajaan Lesotho.

Acara pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat Keputusan Presiden Nomor 76/P Tahun 2018 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Cecep Sutiawan.

"...memutuskan dan menetapkan Saudara Salman Al Farisi dalam jabatan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Swaziland dan Kerajaan Lesotho, berkedudukan di Pretoria," ujar Cecep.

Baca juga: Presiden Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Surat Keputusan Presiden itu ditandatangani Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 25 April 2018.

Prosesi pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Jokowi dan didampingi pemuka agama.

Prosesi pelantikan pun diakhiri dengan penandatangan berita acara dan dilanjutkan dengan ucapan selamat oleh tamu undangan.

Salman Al Farisi sendiri sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Hubungan Antarlembaga. Ia bertugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri Luar Negeri terkait bidang hubungan antarlembaga.

Kompas TV Mayoritas duta besar yang dilantik berasal dari diplomat karier.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDI-P Sebut Tak Perlu Umumkan Koalisi karena Bisa Usung Capres Sendiri

PDI-P Sebut Tak Perlu Umumkan Koalisi karena Bisa Usung Capres Sendiri

Nasional
Sekjen Golkar Harap Parpol Lain Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Sekjen Golkar Harap Parpol Lain Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Nasional
Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Nasional
Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Nasional
Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Nasional
Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Nasional
Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Nasional
Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Nasional
Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Nasional
PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

Nasional
Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Nasional
Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Nasional
Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Nasional
Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Nasional
Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.