Menunggu Buwas Pelintir Mafia Pangan

Kompas.com - 30/04/2018, 09:23 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko (kiri) berjabat tangan dengan mantan Kepala BNN Budi Waseso seusai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK, menjadi kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko (kiri) berjabat tangan dengan mantan Kepala BNN Budi Waseso seusai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK, menjadi kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Teka-teki masa depan mantan Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso terjawab sudah pada pekan lalu.

Setelah pensiun dan meletakkan jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), kini mantan Kabareskrim itu duduk di kursi Direktur Utama Perum Bulog.

Hal ini setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengangkat pria yang kerap disapa Buwas itu menggantikan Djarot Kusumayakti.

Pengangkatan Buwas sebagai Dirut Perum Bulog tak mengagetkan. Sebab, sebelumnya kabar tersebut sudah bocor ke media. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung melayangkan pujian untuk Buwas saat ditanya soal kabar Buwas akan memimpin Perum Bulog.


"Hanya kalau Anda bicara Budi Waseso, dia seorang pekerja keras dan konsekuen," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Baca juga: Dikabarkan Akan Pimpin Bulog, Budi Waseso Dapat Pujian Jusuf Kalla

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, pengangkatan Buwas sebagai Dirut Perum Bulog merupakan suatu penyegaran.

Pemerintah ingin mendorong Perum Bulog menjalankan perannya kian baik, mulai dari menjaga harga dasar pembelian gabah petani, stabilisasi harga khususnya harga pokok, hingga pengelolaan stok pangan dan bahan pangan lainnya di luar beras.

Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) Syahroni menilai Buwas sebagai sosok yang tegas dan berani sehingga potensial untuk mampu memberantas mafia pangan hingga ke akar-akarnya.

"Latar belakang dan pengalaman Buwas menangani mafia pungli ketika di Bareskrim dan memberantas mafia narkoba ketika di BNN jadi modal pengalaman untuk membongkar mafia pangan," katanya di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Baca juga: Menteri BUMN Tunjuk Buwas Jadi Dirut Bulog

Harapan besar sektor pangan memang kini ada di pundak Buwas. Rekam jejaknya selama di kepolisian dan BNN menjadi dasar banyak pihak menaruh harapan kepadanya memberantas mafia pangan.

Selama ini, bukan hal aneh lagi harga-harga kebutuhan pokok kerap melambung tinggi. Hal ini tentu saja membuat masyarakat kecil berteriak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X