Yasonna Berharap Tak Ada Lagi Cerita soal Rendahnya Moralitas dan Integritas Petugas Lapas

Kompas.com - 27/04/2018, 12:04 WIB
Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly memberikan Pembekalan Kepada 306 CPNS Sulbar Dan Sulteng di kantor Gubernur Sulbar di Mamuju, Jumat (9/3/2018). KOMPAS.ComMenteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly memberikan Pembekalan Kepada 306 CPNS Sulbar Dan Sulteng di kantor Gubernur Sulbar di Mamuju, Jumat (9/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki usai ke-54, lembaga pemasyarakatan ( lapas) diharapkan berbenah. 

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly berharap tidak ada lagi cerita usang tentang rendahnya moralitas dan integritas petugas lapas yang terulang.

“Janganlah bekerja hanya melaksanakan rutinitas yang sama secara terus-menerus. Jika ingin suatu perubahan lakukanlah suatu terobosan dan effort yang lebih,” katanya, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta, Jumat (27/42018).

(Baca juga: Menkumham Persilakan Eksekusi Hukuman Cambuk di Area Lapas)

Pemasyarakatan semakin dituntut untuk mengimplementasikan nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI). Itu sebagai bukti bahwa lapas serius untuk berbenah diri.

Selain itu, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pemasyarakatan juga menjadi salah satu prioritas.

SDM Pemasyarakatan, kata Yasonna, juga semakin dikuatkan dengan penempatan yang tepat dalam jabatan berdasarkan penilaian kerja dan tingkat kompetensi.

Yasonna menuntut pegawai Pemasyarakatan untuk menanamkan semangat pembaharuan yang open minded, progressive, serta core value dengan semangat ‘Kami PASTI’ untuk menghadapi tantangan tugas ke depan.

(Baca juga: Todong Dua Sipir, 14 Penghuni Lapas Manokwari Melarikan Diri)

Yasonna juga mengatakan, penguatan lapas high risk telah dilakukan sebagai lapas khusus bandar teroris dan narkoba, yakni di Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu di Nusakambangan, Lapas Langkat di Medan, Rutan Kasongan di Kalimantan Selatan, dan Rutan Gunung Sindur.

Ia juga meminta lapas sebagai penyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak dari sektor kreatif, meningkatkan pendapatan melalui karya narapidana.

Ke depan, ia melanjutkan, peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses restorative justice turut berperan dalam mengatasi overcrowded serta penerapan pidana alternatif di luar pidana penjara.

(Baca juga: Sidak, Petugas Temukan Puluhan Telepon Seluler di Dalam Lapas)

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X