Bertemu Fadli Zon di DPR, Amien Rais Bahas "Rematch" Jokowi-Prabowo

Kompas.com - 26/04/2018, 15:21 WIB
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kompas.com/Rakhmat Nur HakimKetua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memprediksi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 akan kembali mempertemukan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai rival.

Hal itu disampaikan Amien usai bertemu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

"Memang kalau bacaan saya, tambah sedikit intuisi, memang akhirnya rematch. Pak Prabowo lawan Jokowi," kata Amien.

Ia meyakini Prabowo akan memenangkan perhelatan pesta demokrasi pada 2019 nanti.


(Baca juga: Bertemu Sandiaga, PPP Bahas Opsi "Rematch" hingga Bersatunya Jokowi-Prabowo)

Meski yang mengatakan Prabowo tak mampu, Amien meyakini mantan Komandan Jenderal Kopassus itu akan menang melawan Jokowi sebagai petahana.

Ia menyatakan, dari segi pengetahuan dan kemampuan, kapasitas Prabowo melampaui Jokowi dan calon presiden lain bila nantinya muncul.

Lagi pula, lanjut Amien, keinginan masyarakat untuk mengganti Presiden pada Pilpres 2019 tak terbendung. Atas alasan itu pula Amien meyakini Prabowo bakal menang.

"Tapi saya enggak boleh puji-puji, lah. Tapi yang jelas sehingga nanti Pak Jokowi cari cawapres yang bisa nendang, ya. Pak Prabowo demikian juga. Yang kira-kira akan mendongkrak elektabilitas," ujar Amien.

(Baca juga: Gerindra: Pemilih Milenial Banyak yang Suka dengan Gaya Pak Prabowo)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X