Untuk Kedua Kalinya, Hakim Ketuk Palu agar Fredrich Yunadi Berhenti Bicara

Kompas.com - 26/04/2018, 13:42 WIB
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (kiri) berdiskusi dengan penasehat hukumnya pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/4). Sidang tersebut menghadirkan asisten advokat Yunadi and Associates, Achmad Rudiansyah dan dokter RS Medika Permata Hijau Francia Anggreini untuk mengetahui kronologis kecelakaan Setya Novanto. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18
WAHYU PUTRO A Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (kiri) berdiskusi dengan penasehat hukumnya pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/4). Sidang tersebut menghadirkan asisten advokat Yunadi and Associates, Achmad Rudiansyah dan dokter RS Medika Permata Hijau Francia Anggreini untuk mengetahui kronologis kecelakaan Setya Novanto. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua majelis hakim Syaifudin Zuhri terpaksa mengetuk palu untuk menghentikan terdakwa Fredrich Yunadi berbicara saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Tindakan hakim ini merupakan yang kedua kalinya dalam persidangan untuk mantan pengacara Setya Novanto itu.

Awalnya, Fredrich diberikan kesempatan untuk bertanya kepada saksi Mohammad Toyibi yang merupakan dokter spesialis jantung Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Baca juga : Otto Hasibuan: Seharusnya KPK Beri Akses Peradi Periksa Fredrich Yunadi


Dalam sesi tanya jawab, Fredrich mencecar Toyibi dengan pertanyaan yang terkesan mengintimidasi.

Dengan nada tinggi, Fredrich seolah-olah menyebut bahwa dokter Toyibi telah melakukan pelanggaran kode etik profesi dokter.

Menurut Fredrich, Toyibi membocorkan rahasia pasien Setya Novanto kepada dokter Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada 17 November 2017 lalu.

Sebelum pertanyaan dijawab oleh Toyibi, jaksa KPK mengajukan keberatan kepada majelis hakim.

"Izin majelis, terdakwa jangan mengintimidasi saksi," ujar jaksa M Takdir Suhan.

Baca juga : Pengacara: Dokter Bimanesh Merasa Dijebak Fredrich Yunadi

Namun, Fredrich tak terima atas keberatan jaksa itu. Fredrich membantah melakukan intimidasi terhadap Toyibi.

"Saya itu tidak mengintimidasi. Ini jaksa ngomong terus tidak ada sopan santun, Yang Mulia," kata Fredrich.

Ketua majelis hakim segera memotong perdebatan dan meminta Fredrich berhenti berbicara. Namun, Fredrich tetap saja tidak berhenti bicara.

"Sudah cukup, saya bilang cukup," kata hakim sambil mengetuk palu.

Hal serupa pernah terjadi dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Ketua majelis hakim mengetuk palu karena Fredrich yang menyampaikan keberatan terus menerus berbicara.

Kompas TV Jaksa Pengadilan Tipikor menghadirkan dokter RS Premier Jatinegara sebagai saksi terdakwa Bimanesh Sutarjo.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X