Elektabilitas di Bawah 4 Persen, PSI Anggap Wajar

Kompas.com - 25/04/2018, 20:27 WIB
Ketua Umum DPP PSI, Grace Natalie ketika ditemui di Metro Coffee, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKetua Umum DPP PSI, Grace Natalie ketika ditemui di Metro Coffee, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Kompas yang dirilis Rabu (25/4/2018), menempatkan Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) dalam kategori ketiga bersama Partai Berkarya dan Partai Garuda.

Ketua Umum PSI menilai hasil survei tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, PSI merupakan partai yang baru akan ikut pada Pemilu 2019 mendatang.

"Survei terhadap PSI bervariasi, dan menurut kami wajar saja, kan partai baru. Belum boleh berkampanye. Wajar jika masih sedikit masyarakat yang tahu keunggulan PSI," kata Grace kepada Kompas.com, Rabu (25/4/2018).

(Baca juga: Survei Kompas: Enam Parpol Terancam Tak Lolos ke DPR)

Menurut Grace, hasil survei tersebut justru menjadi dorongan bagi PSI untuk tetap optimistis dan bekerja keras dalam meraih suara di atas parliamentary threshold.

Grace menginginkan publik mengetahui pembaruan cara berpolitik yang dilakukan oleh PSI.

"Manajemen partai yang profesional, perekrutan caleg yang profesional dan transparan, membangun teknologi informasi agar masyarakat bisa selalu mengawasi kinerja angggota dewan, politik meritokrasi, dan sebagainya," ujarnya.

Ia yakin jika publik telah mengetahui hal-hal tersebut secara luas, masyarakat bisa mengarahkan dukungannya terhadap PSI.

Dalam survei Kompas kali ini, selain tiga partai baru tersebut, ada tiga partai lama lainnya yang berada di kategori ketiga.

(Baca juga: Survei Kompas: Elektabilitas PDI-P, Gerindra, dan Golkar Teratas)

Partai itu yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Parpol di kategori ketiga dinilai harus menghadapi tantangan berat untuk bisa lolos ambang batas parlemen yang pada Pemilu 2019 besarnya 4 persen.

Survei Kompas ini dilakukan dengan tatap muka terhadap 1.200 responden pada 21 Maret-1 April 2018.

Responden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi dan jumlahnya ditentukan secara proporsional.

Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error plus minus 2,8 persen.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dinilai Tak Punya Rencana Jangka Panjang sejak Awal Tangani Covid-19

Pemerintah Dinilai Tak Punya Rencana Jangka Panjang sejak Awal Tangani Covid-19

Nasional
Arief Budiman Positif Covid-19, KPU Telusuri Sumber Penularan

Arief Budiman Positif Covid-19, KPU Telusuri Sumber Penularan

Nasional
Ahli Epidemiologi: Masker adalah Vaksin Terbaik, Jangan Tunggu yang Belum Pasti

Ahli Epidemiologi: Masker adalah Vaksin Terbaik, Jangan Tunggu yang Belum Pasti

Nasional
ICW Kritik Banyaknya Perwira Tinggi Polri di KPK

ICW Kritik Banyaknya Perwira Tinggi Polri di KPK

Nasional
Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris Positif Covid-19

Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris Positif Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Imbau Dokter yang Memiliki Komorbid Tidak Praktik Dahulu

Satgas Covid-19 Imbau Dokter yang Memiliki Komorbid Tidak Praktik Dahulu

Nasional
Pemerintah Siapkan Banyak Hotel untuk Istirahat Dokter dan Tenaga Kesehatan

Pemerintah Siapkan Banyak Hotel untuk Istirahat Dokter dan Tenaga Kesehatan

Nasional
KPU Sebut Aturan soal Konser Musik Saat Kampanye Pilkada Belum Final

KPU Sebut Aturan soal Konser Musik Saat Kampanye Pilkada Belum Final

Nasional
Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Sempat Berkunjung ke Makassar dan Depok

Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Sempat Berkunjung ke Makassar dan Depok

Nasional
Satgas Sebut 7 Persen Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Tak Pernah Keluar Rumah

Satgas Sebut 7 Persen Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Tak Pernah Keluar Rumah

Nasional
Ketua KPU Arief Budiman Berstatus OTG Covid-19

Ketua KPU Arief Budiman Berstatus OTG Covid-19

Nasional
Bertemu Presiden Trump, Dubes RI Sampaikan Komitmen Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

Bertemu Presiden Trump, Dubes RI Sampaikan Komitmen Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
Brigjen Setyo Budiyanto Terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK

Brigjen Setyo Budiyanto Terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK

Nasional
Bakal Paslon Diminta Tanggung Jawab Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada

Bakal Paslon Diminta Tanggung Jawab Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada

Nasional
Pasien Sembuh Catat Rekor Harian, Tes Covid-19 Harus Ditambah

Pasien Sembuh Catat Rekor Harian, Tes Covid-19 Harus Ditambah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X