Kompas.com - 24/04/2018, 23:46 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Kamis (22/3/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Kamis (22/3/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Pemerintah Indonesia memberikan jaminan kepada 76 orang etnis Rohingya yang terdampar di Aceh untuk ditampung sementara.

"Sejak dulu prinsip Indonesia kalau ada pnegungsi seperti itu, kita terima, kita layani, kita kasih tempat shelter, kita kasih makan. Kita bekerja sama dengan UNHCR atau IOM (International Organization for Migration)," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Menurut Kalla, Indonesia memilki prinsip yang konsisten dijalankan dalam menyikapi datangnya pengungsi dari negara lain yang sedang dilanda konflik. Hal ini sesuai dengan Pancasila.

Dalam sila kedua Pancasila, menurut Kalla, kemanusiaan yang adil dan beradab harus dijunjung oleh Indonesia. Menjamin dan menerima pengungsi merupakan bagian untuk menjunjung sila kedua Pancasila tersebut.

"Kalau kita tidak tampung itu berarti kita tidak melaksanakan sila kedua itu, kemanusiaan yang adil beradab. Kita tidak beradab kalau orang susah kita usir," kata dia.

(Baca juga: Terdampar di Bireuen, 76 Warga Rohingya Dapat Bantuan Obat dari PMI)

Menurut Kalla, tujuan para pengungsi Rohingya bukanlah Indonesia melainkan negara seperti Australia. Di negara yang mapan, para pengungsi bisa mendapatkan penghasilan yang besar bila bekerja.

"Atau juga memang mereka ingin ke Malaysia untuk bekerja di perkebunan. Jadi kita harus terima, konsekuen kepada sila kedua Pancasila," ucap Kalla.

Sebelumnya, sebanyak 76 etnis Rohingya terdampar di Pantai Kuala Raja, Gampong Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Jumat (20/4/2018).

(Baca juga: 76 Rohingya Terdampar di Bireun Aceh, 5 di Antaranya Sakit)

Wakil Bupati Muzakar A Gani via saluran selulernya mengatakan, warga etnis Rohingya ini ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut dengan kondisi kapal yang terombang-ambing.

"Kini mereka sudah ditempatkan di kawasan pantai ditampung di tempat sementara dulu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisi mereka terlihat lemas sekali, pastinya karena kekurangan makan dan minum," ujar Muzakar A Gani, Jumat (20/4/2018).

Dari 76 warga Rohingya yang terdampar, delapan di antaranya anak-anak dan 25 orang perempuan, selebihnya laki-laki.

Setelah mendarat, para pelarian dari Myanmar ini pun langsung diperiksa oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireun. Sebagian besar mereka dilaporkan dalam kondisi dehidrasi dan bahkan beberapa di antaranya harus diinfus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Hamka Jadi Imam Shalat Jenazah Bung Karno yang Pernah Memenjarakannya...

Cerita Hamka Jadi Imam Shalat Jenazah Bung Karno yang Pernah Memenjarakannya...

Nasional
KPK: Tak Ada OTT di Tanjungbalai, Hanya Pengumpulan Bukti

KPK: Tak Ada OTT di Tanjungbalai, Hanya Pengumpulan Bukti

Nasional
KH Hasyim Asy’ari Tak Ada dalam Draf Kamus Sejarah, Kemendikbud Akui Kealpaan

KH Hasyim Asy’ari Tak Ada dalam Draf Kamus Sejarah, Kemendikbud Akui Kealpaan

Nasional
Penyusunan Teks Proklamasi yang Dibarengi Sahur Bersama...

Penyusunan Teks Proklamasi yang Dibarengi Sahur Bersama...

Nasional
Dewan Pengawas Minta KPK Usut Dugaan Bocornya Informasi Penggeledahan di Kalsel

Dewan Pengawas Minta KPK Usut Dugaan Bocornya Informasi Penggeledahan di Kalsel

Nasional
Kemenkominfo Sebut Jozeph Paul Tetap Dapat Dijerat UU ITE Meski Berada di Luar Negeri

Kemenkominfo Sebut Jozeph Paul Tetap Dapat Dijerat UU ITE Meski Berada di Luar Negeri

Nasional
Jokowi Punya Juru Masak Baru, Namanya Kaesang

Jokowi Punya Juru Masak Baru, Namanya Kaesang

Nasional
Ingin Kurangi Emisi, Pemerintah Susun Rencana Pemanfaatan Energi Baru hingga 2035

Ingin Kurangi Emisi, Pemerintah Susun Rencana Pemanfaatan Energi Baru hingga 2035

Nasional
Menristek: Listrik dari Pengolahan Sampah Harus Terus Dikembangkan

Menristek: Listrik dari Pengolahan Sampah Harus Terus Dikembangkan

Nasional
Kemenkes: Ada Kemungkinan Vaksinasi Covid-19 Libur Selama Idul Fitri

Kemenkes: Ada Kemungkinan Vaksinasi Covid-19 Libur Selama Idul Fitri

Nasional
Paspor Jozeph Paul Zhang Akan Dicabut, Polri Koordinasi dengan Imigrasi

Paspor Jozeph Paul Zhang Akan Dicabut, Polri Koordinasi dengan Imigrasi

Nasional
Presiden PKS: Jangan Atas Nama Investasi Hak-hak Buruh Dikorbankan

Presiden PKS: Jangan Atas Nama Investasi Hak-hak Buruh Dikorbankan

Nasional
Imbau Masyarakat Tidak Mudik, Anggota DPR: Jika Nekat, Indonesia Bisa seperti India

Imbau Masyarakat Tidak Mudik, Anggota DPR: Jika Nekat, Indonesia Bisa seperti India

Nasional
Kemendikbud: Kamus Sejarah Indonesia Sudah Ditarik

Kemendikbud: Kamus Sejarah Indonesia Sudah Ditarik

Nasional
Warga Tak Bawa Dokumen Perjalanan Saat Bepergian Bakal Diminta Putar Balik

Warga Tak Bawa Dokumen Perjalanan Saat Bepergian Bakal Diminta Putar Balik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X