Jaksa KPK Hadirkan Dokter RS Premier untuk Jadi Saksi Bimanesh

Kompas.com - 23/04/2018, 11:30 WIB
Dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINDokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan dokter Rumah Sakit Premier Jatinegara Glen S Dunda, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/4/2018).

Glen akan bersaksi bagi terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo.

"Saksi akan kami konfirmasi seputar pembuatan diagnosa awal, saat Setya Novanto dirawat di RS Premier," ujar jaksa M Takdir Suhan saat dikonfirmasi.

Baca juga : KPK Terus Telusuri Dugaan Pencucian Uang Setya Novanto


Menurut jaksa, Glen adalah salah satu dokter yang menangani Setya Novanto saat mantan Ketua DPR RI itu dirawat karena penyakit jantung.

Menurut jaksa, dokter Glen juga akan dikonfirmasi seputar data rekam medis Setya Novanto yang berada di tangan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Dalam surat dakwaan jaksa, Fredrich sempat memberikan data rekam medik Novanto di RS Premier kepada Bimanesh yang merupakan dokter di RS Medika Permata Hijau.

Baca juga : Beralasan Siapkan Duplik, Setya Novanto Batal Jadi Saksi Dokter Bimanesh

Dalam kasus ini, Bimanesh Sutarjo didakwa bersama-sama dengan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Saat itu, Novanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X