Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Kompas.com - 20/04/2018, 15:47 WIB
Anang Hermansyah saat ditemui di Postjam, Potlot III, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAnang Hermansyah saat ditemui di Postjam, Potlot III, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengatakan, penambahan cuti bersama hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah seharusnya menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah.

Salah satunya agar bisa memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasannya.

"Momentum ini harus ditangkap pemerintah daerah dan stakeholder ekonomi kreatif," kata Anang Hermansyah dalam keterangannya, Jumat (20/4/2018).

Pemerintah menambah cuti Lebaran selama tiga hari, yakni pada 11, 12, dan 20 Juni 2018. Tujuan penambahan ini adalah mengurangi kemacetan pada saat arus mudik dan arus balik.

Anang mengaku heran jika ada yang mempertanyakan soal penambahan libur Lebaran ini. Harusnya, liburan ini disambut positif untuk meningkatkan geliat perekonomian di daerah.

"Saya menyambut positif penambahan libur Lebaran tahun ini. Ini harus dijadikan momentum menggenjot ekonomi kreatif di daerah," kata Anang.

(Baca juga: Mendikbud: Penambahan Jumlah Cuti Bersama Idul Fitri Berimplikasi Besar...)

Dia tidak sependapat jika liburan panjang Lebaran akan menurunkan produktivitas perekonomian.

Seharusnya, menurut Anang, libur Lebaran bisa memperkuat sektor pariwisata dan sektor kuliner saat momentum Lebaran. Sebab, jutaan orang akan lebih punya banyak waktu di kampung halamannya.

"Saatnya daerah memaksimalkan momentum ini dengan perkuat fasilitas dan pelayanan di tempat wisata dan kuliner," kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Menurut Anang, data penyebaran ekonomi kreatif tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan di daerah tidak merata secara nasional.

Hanya lima provinsi yang mengalami pertumbuhan di atas 10 persen, yakni Jawa Barat (33,56 persen), Jawa Timur (20,85 persen), Banten (15,66 persen), Jawa Tengah (14,02 persen), dan Jakarta 10,50 persen.

"Momentum liburan Lebaran ini harus dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Sektor pariwisata dan kuliner harus dimaksimalkan," kata Anang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

Nasional
ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

Nasional
Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Nasional
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Nasional
DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Nasional
RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

Nasional
Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Nasional
Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Nasional
Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Nasional
Jokowi Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Memperlambat Investasi

Jokowi Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Memperlambat Investasi

Nasional
Saat Pimpinan dan Anggota DPR Jadi Relawan Penelitian Vaksin Nusantara

Saat Pimpinan dan Anggota DPR Jadi Relawan Penelitian Vaksin Nusantara

Nasional
Vaksin Nusantara Diklaim Karya Anak Bangsa, tetapi Komponennya Impor

Vaksin Nusantara Diklaim Karya Anak Bangsa, tetapi Komponennya Impor

Nasional
BPOM: Komponen Utama Pembuatan Vaksin Nusantara Diimpor dari Amerika Serikat

BPOM: Komponen Utama Pembuatan Vaksin Nusantara Diimpor dari Amerika Serikat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X