Kompas.com - 20/04/2018, 08:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Bimanesh bersaksi untuk terdakwa mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Dalam persidangan, Bimanesh mengungkap sejumlah hal mulai dari komunikasinya dengan Fredrich, hingga kronologi dirawatnya Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017 lalu.

Baca juga: Ini Alasan Dokter Bimanesh Merawat Inap Setya Novanto

Tak hanya itu, Bimanesh juga mengutarakan beberapa kejanggalan yang ia temui mengenai perawatan Setya Novanto yang mengalami kecelakaan.

Berikut beberapa poin keterangan Bimanesh yang dirangkum Kompas.com:

1. Fredrich menyebut soal skenario kecelakaan 

Dalam persidangan, Bimanesh mengaku awalnya dihubungi Fredrich pada 16 November 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. 

Saat itu, Fredrich memberitahukan bahwa kliennya, Setya Novanto, akan dirawat di rumah sakit.

Namun, pada sore hari menjelang pukul 18.00 WIB, Fredrich kembali menghubungi Bimanesh.

Baca juga: Saat Telepon Dokter Bimanesh, Fredrich Bilang, "Dok, Skenarionya Kecelakaan"

Dalam pembicaraan telepon yang sangat singkat, Fredrich memberitahu bahwa ada skenario Setya Novanto akan dirawat karena kecelakaan.

"Ketika hampir magrib, saya terbangun karena ada telepon terdakwa. Dia bilang, 'Dok skenarionya kecelakaan'. Saya bingung itu maksudnya apa. Tapi setelah itu telepon ditutup. Singkat sekali," kata Bimanesh.

2. Dua kejanggalan saat Novanto dibawa ke ruang VIP 

Menurut Binanesh, saat baru tiba, Novanto berada di atas sebuah brankar atau tempat tidur beroda. Ia didampingi sejumlah petugas keamanan rumah sakit dan perawat.

Bimanesh mengatakan, ada yang janggal saat Novanto dibawa. Sebab, brankar didorong dengan sangat cepat dan tergesa-gesa.

Hal itu sangat tidak lazim dilakukan. Sebab, menurut Bimanesh, pasien yang sedang sakit sangat sensitif sehingga seharusnya brankar tidak didorong dengan cepat.

Baca juga: Bimanesh Mau Rawat Novanto karena Tuntutan Profesi, Bukan Tekanan

Selain itu, ada hal lain yang janggal menurut Bimanesh. Saat itu, seluruh tubuh Novanto ditutup dengan selimut. Padahal, Novanto disebut baru mengalami kecelakaan.

Bimanesh sempat menanyakan alasan seluruh tubuh Novanto ditutup dengan selimut. Namun, perawat dan petugas keamanan yang membawa Novanto tidak memberikan jawaban.

3. Novanto cuma lecet

Bimanesh menyebutkan, Setya Novanto hanya mengalami luka lecet ringan akibat kecelakaan. Menurut Bimanesh, tidak ada benjolan besar di dahi seperti pernyataan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi.

"Saya lihat di luar ada beberapa luka lecet di sebelah kiri, di leher segaris dan di lengan. Cuma tiga itu saja yang saya jumpai," ujar Bimanesh.

Baca juga: Dokter Bimanesh Akui Novanto Hanya Alami Luka Lecet Ringan

Menurut Bimanesh, di dahi Novanto hanya terdapat lecet berukuran 1,5 sentimeter.

Saat itu, menurut Bimanesh, Novanto dalam kondisi sadar. Setya Novanto juga mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Bimanesh.

4. Novanto dirawat bukan karena kecelakaan

Bimanesh Sutarjo mengaku membuat surat pengantar rawat inap untuk pasien atas nama Setya Novanto.

Namun, pengantar rawat inap itu bukan karena luka ringan yang dialami Novanto pasca kecelakaan.

Menurut Bimanesh, Novanto diminta untuk dirawat di rumah sakit karena menderita hipertensi berat.

Baca juga : Dokter Bimanesh Merasa Dikorbankan Rumah Sakit dalam Kasus Novanto

Jika tidak dirawat, dikhawatirkan dapat berisiko mengakibatkan stroke dan serangan jantung.

Bimanesh meminta agar Novanto beristirahat. Dia bahkan membuat pengumuman di depan pintu kamar VIP 323 agar pengunjung tidak mengganggu pasien yang sedang beristirahat.

5. Fredrich sebut Novanto sudah bebas setelah praperadilan

Bimanesh awalnya sempat menanyakan status hukum Setya Novanto kepada Fredrich Yunadi. Bimanesh memastikan hal itu sebelum menyatakan bersedia merawat Novanto.

Namun, Fredrich berupaya meyakinkan Bimanesh bahwa Novanto sudah tidak berstatus tersangka.

Baca juga : Dokter Bimanesh Tanya Status Hukum Novanto Sebelum Merawat 

"Ini kan kami tahu bersama Setya Novanto ada masalah hukum. Dia (Fredrich) katakan, sudah bebas karena sudah praperadilan," ujar Bimanesh.

Menurut Bimanesh, saat itu ia mengetahui bahwa Setya Novanto sedang berurusan hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fredrich kemudian berupaya meyakinkan Bimanesh bahwa penetapan tersangka Novanto sudah dibatalkan melalui praperadilan.

Padahal, pada 16 November 2017 itu, Novanto telah kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Saat itu, bahkan Novanto sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kompas TV Salah satu saksi yang dihadirkan adalah supervisor keperawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Indri Astuti.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.