PPP Ikhlas Kadernya Pindah ke PBB - Kompas.com

PPP Ikhlas Kadernya Pindah ke PBB

Kompas.com - 17/04/2018, 23:59 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani usai kegiatan Sosialisasi Pengaturan Kampanye Pemilu 2019 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu di Sari Pan Pacific Jakarta, Senin (26/2/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani usai kegiatan Sosialisasi Pengaturan Kampanye Pemilu 2019 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu di Sari Pan Pacific Jakarta, Senin (26/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Arsul Sani menghormati keputusan sejumlah kadernya yang hijrah ke Partai Bulan Bintang ( PBB). Salah satunya yakni Ahmad Yani.

Ia menyatakan PPP telah mencoba mempertahankan kader-kadernya tersebut namun tak bisa memaksakan kehendak agar mereka tetap bertahan.

"PPP hormati hak setiap orang untuk pindah partai, termasuk yang sebelumnya merupakan kader PPP. Bagi kami yang menjadi pengurus, yang penting kewajiban untuk menawarkan pada mantan kader untuk masuk ikut mengurus dan membesarkan PPP telah kami lakukan," kata Arsul melalui pesan singkat, Selasa (17/4/2018).

Ia menilai kepindahan sejumlah kadernya merupakan hal biasa sebab juga terjadi di parpol lainnya. Karena itu menurutnya tak perlu dibesar-besarkan.

Baca juga : Kecewa dengan Romahurmuziy, Politisi PPP Gabung ke PBB

Saat dimintai tanggapan terkait alasan kepindahan mereka yang menilai PPP tak lagi mewakili aspirasi umat Islam, Arsul pun enggan menanggapi.

"Soal alasan yang mereka sampaikan ya bagi kami kan sekadar biar menarik simpati saja. Mereka kan politisi. Jadi kalau melakukan move kan perlu alasan yang diperkirakan akan menarik perhatian," papat Arsul.

"Kami menyarankan siapa saja agar tak terjangkit penyakit psikologis "waham kebesaran", yakni merasa mampu membawa jutaan pemilih PPP ikut ke parpol barunya, apakah itu ke PBB atau lainnya. Para pemilih PPP tak semudah yang dibayangkan akan bisa dibawa-bawa," lanjut Arsul.

Sebelumnya Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani membenarkan kabar kepindahan dirinya dan sejumlah rekannya ke Partai Bulan Bintang (PBB).

Yani yang tergabung dalam PPP Khithah menilai saat ini PPP tak lagi merepresentasikan kepentingan umat Islam sehingga dirinya dan sejumlah rekannya pindah ke PBB. Menurut dia PBB justru lebih mempresentasikan kepentingan umat Islam.

"Apakah PPP Romi (Romahurmuziy) memperjuangkan aspirasi atau sama dengan mainstream umat islam atau enggak? Contohnya kemarin dukung Ahok, terus di pilkada (Sumatera Utara) dukung Sihar (Sitorus), terus mendukung Perppu Ormas," kata Yani saat dihubungi, Selasa (17/4/2018).

"Itu sikap-sikap politik itu, pertanyaannya sikap yang diambil atau kebijakan tersebut cocok enggak dengan PPP sesungguhnya," lanjut Yani.

Kompas TV Presiden Joko Widodo hari ini (14/4) menghadiri peringatan lahirnya Partai Persatuan Pembangunan yang ke-45.


Komentar

Terkini Lainnya

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Regional
Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Internasional
5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

Internasional
Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Nasional
Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Edukasi
Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Nasional
Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Internasional
Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Nasional
Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Megapolitan
Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Regional
Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Megapolitan
Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Megapolitan
Perangi 'Illegal Fishing', Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Perangi "Illegal Fishing", Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Regional
Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Nasional

Close Ads X