PP Muhammadiyah Kecam Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah - Kompas.com

PP Muhammadiyah Kecam Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah

Kompas.com - 17/04/2018, 11:51 WIB
Sekretaria Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti (kanan), Selasa (17/4/2018), saat konferensi pers respons Muhammadiyah terhadap serangan AS, Inggris dan Perancis terhadap Suriah. Fabian Januarius Kuwado Sekretaria Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti (kanan), Selasa (17/4/2018), saat konferensi pers respons Muhammadiyah terhadap serangan AS, Inggris dan Perancis terhadap Suriah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis ke Suriah, Jumat (13/4/2018) pekan lalu.

Pernyataan soal ini disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa(17/4/2018). 

"Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan bertentangan dengan hukum internasional," ujar Abdul Mu'ti.

Baca juga : Pasukan Suriah Tembak Jatuh Misil yang Incar Pangkalan Udara di Homs

Mu'ti melanjutkan, serangan itu tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga membunuh rakyat yang tidak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Atas alasan apapun, serangan tersebut hanya akan semakin memperburuk keadaan dan memperkeruh kekisruhan politik yang terjadi di Suriah," lanjut dia.

Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mendesak negara-negara adikuasa untuk tidak menjadikan Suriah sebagai arena pertempuran (battle field) konflik kepentingan mereka semua.

Baca juga : Turki Tegaskan Tidak Memihak dalam Krisis di Suriah

Semua pihak, lanjut Mu'ti, hendaknya bisa menahan diri agar situasi lebih kondusif, belajar dari sejarah, dan tak membuat sejarah baru yang lebih buruk dari apa yang telah terjadi pada masa lalu dan masa kini.

"Mari kita dorong transisi damai menuju Suriah yang sejahtera, damai, dan bermartabat dengan mediasi PBB," ujar Mu'ti.

"Suriah merupakan salah satu negara yang menyimpan kekayaan peradaban umat manusia dan agama-agama besar dunia. Perdamaian di Suriah adalah sebuah keniscayaan untuk menyelamatkan peradaban dunia," lanjut dia.

Muhammadiyah juga mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama umat Islam, untuk memanjatkan doa demi perdamaian dan keselamatan rakyat Suriah.

Baca juga : Rusia dan Suriah Dituduh Halangi Tim Pencari Fakta Masuki Douma

Diberitakan, Sabtu (14/42018), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesuksesan serangan militer AS, Inggris dan Perancis kepada Suriah, sehari sebelumnya.

"Sebuah serangan yang dilaksanakan dengan sempurna. Terima kasih untuk Perancis dan Inggris atas kebijakan dan kemampuan militer mereka yang luar biasa," kata Trump melalui akun Twitter-nya.

"Hasil operasi ini amat baik. Misi sudah terlaksana," lanjut dia.

Diketahui, serangan ini merupakan balasan atas serangan senjata kimia terhadap kelompok pemberontak di Douma, Ghouta Timur, sepekan sebelumnya.

Serangan itu dilancarkan oleh rezim Bashar al-Assad.

Kompas TV Vladimir Putin akan kembali dilantik sebagai presiden pada Mei 2018.


Serangan senjata kimia Assad menewaskan 40 warga sipil dan menyebabkan 11 warga lainnya luka-luka.


Komentar

Terkini Lainnya

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Regional
Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Internasional
5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

Internasional
Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Nasional
Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Edukasi
Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Nasional
Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Internasional
Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Nasional
Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Megapolitan
Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Regional
Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Megapolitan
Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Megapolitan
Perangi 'Illegal Fishing', Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Perangi "Illegal Fishing", Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Regional
Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Nasional

Close Ads X